Saturday, August 30, 2008

hujan di akhir agustus

selamat datang musim hujan... semoga membawa berkah... semoga memberi kesegaran di bulan ramadhan nanti...

Friday, August 15, 2008

Krayan oh Krayan.. merdeka 63 tahun tetap terisolasi dari Indonesia !!!

pagi ini seorang teman dari Krayan menelpon saya... pak Yacob.. ia curhat masalah transportasi di tempat tinggalnya.. Krayan, daerah tepencil yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia itu memang seperti terisolasi secara geografis dari Indonesia.. masalah transportasi yang tak kunjung usai sejak Indonesia merdeka 63 tahun..

masalah transportasi daerah terpencil dan perbatasan di Krayan sudah pernah saya liput akhir Desember 2007 lalu.. waktu itu saya cukup beruntung bisa ke Krayan dengan biaya cukup murah.. dan penerbangan yang lumayan sering.. dua hari sekali DAS terbang ke Long Bawan (ibukota kecamatan Krayan).. tapi kata warga sebelumnya penerbangan DAS sudah tersendat selama 3 bulan.. saya sungguh beruntung..

dari Tarakan saya menumpang pesawat DAS ke Nunukan dengan biaya sekitar Rp.250.000 per orang..trus dari Nunukan ke Krayan biayanya juga sekitar Rp.250.000,- per orang... jadi penumpang eksklusif cuma berdua dengan Ega (camera person), penumpang lainnya adalah barang barang kebutuhan warga yang diangkut ke Long Bawan..

Dataran tinggi Krayan yang berada di kabupaten nunukan ini memang cuma bisa ditempuh dengan jalur udara dari Nunukan.. lewat darat nggak mungkin, soalnya belum ada jalan kesana.. lewat sungai apalagi..siapa yang mau nantang maut??.. jangankan pendatang.. penduduk aslinya aja pusing.. mau pergi keluar Krayan juga sulit..nahh.. kalo sudah diluar Krayan, belum tentu bisa pulang kampungnya lagi.. pusing kaan???

Inilah yang sekarang dirasakan pak Yacob dan sekitar 60 warga Krayan yang tertahan di Nunukan..selama 6 bulan terakhir DAS sama sekali nggak beroperasi..padahal pesawat subsidi inilah satu satunya harapan mereka..alasan pemkab Nunukan, DAS nggak beroperasi karena ada masalah internal.. padahal pemkab Nunukan sudah mengontrak DAS untuk melayani penerbangan ke daerah terpencil seperti Krayan. dan yang bikin pak Yacob dan warga lain heran.. kok pemkab nggak ada usaha mengadakan layanan subsidi dengan penerbangan lain??.. disana ada juga pesawat misionaris MAF, tapi nggak mungkin dikontrak pemkab..meski juga menerima penumpang umum.. MAF nggak banyak membantu juga..karena MAF cuma terbang ke krayan 4 kali dalam seminggu dan kursi yang tersedia sangat terbatas cuma 5 penumpang. jadi kalau mau naik MAF harus daftar jauh jauh hari...

kata pak Yacob disana sekarang juga ada Susi Air..pesawat komersil carter ini patok tarif yang aduhai.. Rp.18.000,- per kg dikalikan berat badan.. jadi kalau berat badan 60 kg, ya harus bayar Rp.1.080.000,- sekali jalan...itu kalau berat 60kg.. kalau diatas itu??? ya pasti bayar lebih mahal lagi.
menurut pak Yacob, ada juga bantuan dari TNI AL dan AU yang ada di Tarakan..(tapi nggak tau itu resmi atau bukan yah) pakai pesawat cassa (jenis yang sama dengan yang dipakai DAS).. tapi ujung ujungnya tetep ajah.. mereka dipatok tarif Rp.16.000,- per kg dikali berat badan dan ditambah jaminan pesawat itu bisa balik ke tarakan (kalo kosong). jaminannya Rp.500.000,- per penumpang.... warga yang masih punya uang lebih, mungkin nekat pulang dengan tarif segitu.. tapi banyak juga warga yang sudah kehabisan uang untuk ongkos tinggal di Nunukan.. kalau nggak ada keluarga di nunukan, mereka harus nginap di hotel.. paling tidak biaya hidup per hari bisa mencapai Rp.100.000,- per orang (untuk penginapan dan makan sehari 3 kali)....

menurut pak Yacob, ada juga alternatif lain pulang kampung dengan tarif lebih miring. terutama yang buat badannya besar dan berat, alternatif ini bisa memangkas biaya sampai 50%.. tapi ini khusus buat yang punya paspor aja.. jadi pulang kampung ke krayan di indonesia lewat malaysia !!!... hebat kaaann???!!!!..

pak Yacob sendiri pernah pulang lewat sana.. dari Nunukan menyeberang ke Tawau, Malaysia naik kapal seharga Rp.75.000,- per orang. jaraknya sekitar 40 menit..dari Tawau dilanjutkan perjalanan dengan mobil angkutan ke Kota Kinabalu. tarifnya sekitar 70 ringgit. kalau dikalikan kurs rupiah sekarang Rp.2.800,- jadinya Rp.196.000,- dengan waktu tempuh sekitar 11 jam..
dari Kota Kinabalu, lanjut lagi ke Lawas naik angkutan bis sekitar 4 jam, tarifnya 30 ringgit atau Rp.84.000,- kalau semua perjalanan tadi mulus, yang selanjutnya belum tentu..

dari Lawas lanjut ke Bakelalan, distrik terdekat dan berbatasan langsung dengan negara kita..jarak yang ditempuh sekitar 147 km melewati hutan belantara naik mobil pickup double gardan.. dengan kondisi jalan tanah yang aduhai banget daahh.. (saya bisa bayangkan itu karena kata pak Yacob, jalanannya persis seperti yang saya lewati di perbatasan dari Long Bawan ke Bakelalan naik motor.. pinggang rasanya mau copot..ampun deh..)

kalau beruntung jalanan bagus (sudah diperbaiki perusahaan kayu yang beroperasi disana) dan cuaca bagus..waktu tempuh bisa sekitar 5 - 6 jam saja. tapi prediksi terburuk (kalo jalanan ancur berlumpur) waktu tempuh bisa satu hari satu malam.. bayangin aja..24 jam digoncang goncang begitu...pak Yacob cerita, dia bahkan pernah menginap karena mobil pick up terperangkap lumpur.. tarif yang harus dibayar dari perjalanan adventure ini 80 ringgit alias Rp.224.000,- per penumpang. Biasanya penumpang di turunkan di pasar Bakelalan.. nah disana sudah banyak tukang ojek yang siap mengantar ke Indonesia..biasanya para tukang ojek inilah yang mengangkut barang barang sembako keperluan warga Indonesia yang dibeli dari pasar Bakelalan..tarifnya lumayan mahal juga..60 ringgit atau Rp.168.000,- .. jarak dari Bakelalan ke Long Bawan sekitar 15 km jalan tanah..kalo musim ujan siap siap aja dah.. gak nahan lumpurnya..

jadi kalau diitung itung traveling pulang kampung lewat Malaysia ini menghabiskan biaya sekitar Rp.747.000,-.. memang lebih murah sih.. tapi nggak bebas..sesuai dengan ijin kunjungan ke Malaysia yang diperoleh waktu di Tawau..dalam waktu tertentu harus kembali lagi ke Nunukan, Indonesia lewat jalan yang sama.. kenapa??? soalnya di Bakelalan dan Long Midang (desa indonesia yg berbatasan langsung dgn Sarawak), nggak ada pos imigrasinya... jadi cuma warga Krayan aja yang memang bisa pakai jalan alternatif ini..
di pos perbatasan  Bakelalan, mereka dapat surat jalan ke Indonesia..dan cuma sampai Long Bawan aja. Para TDM dan TNI di perbatasan juga udah maklum..abis mau gimana lagi??..ini namanya pulang kampung berasa ke luar negeri.. ada batas waktu tinggalnya..

Dan kalau masalah pesawat nggak kelar juga, sudah ada masalah lain yang siap menyusul. kata pak Yacob di Bakelalan mulai diberlakukan pembatasan jumlah barang yang dibeli WNI.. katanya sih mulai 4 Agustus 2008.. kalau dulu, WNI bisa belanja barang sesuai kemampuan uangnya, sekarang nggak lagi.. beberapa jenis sembako dibatasi jumlahnya.. seperti gula, cuma boleh beli 2 kg per orang.. naahh loohh... padahal hampir 90% kebutuhan pokok warga Krayan dibeli dari pasar Bakelalan. Mereka memang memilih belanja ke Bakelalan, karena lebih murah dibandingkan beli ke Nunukan atau Tarakan.. lagi lagi gara gara mahalnya ongkos angkut barang. apalagi sekarang..

Cuma beras dan garam aja Krayan punya stock melimpah.. kelebihan beras yang melimpah berton ton itu juga dijualnya ke pasar Bakelalan.. petani ogah jual ke Nunukan atau Tarakan soalnya kalah bersaing harga dengan beras dari daerah lain..  
dan asal tau aja yah.. Krayan itu penghasil beras jenis adan organik yang ueeennaak banget.. sumpah deh.. nasinya kecil pulen, harum..dan yang pasti sehat karena prosesnya alami..

Selama hampir satu jam mendengarkan cerita pak Yacob di telepon, bikin saya merinding.. gemas.. kayaknya masalah beginian kok gak kelar kelar.. kata pak Yacob, warga sudah berusaha melapor ke departemen perhubungan di Jakarta juga.. tapi sampai sekarang tetap nihil.. saat ini mereka masih terus menunggu janji pemkab untuk mengadakan penerbangan subsidi yang terjangkau harganya..

Saya nggak tau ini salah dimana atau salah siapa... tapi kok bisa ya..63 tahun merdeka, pemerintah Indonesia nggak juga tulus perhatian, menjaga gerbang negaranya... padahal biar perut penduduk Krayan isinya sembako Malaysia, mereka tetap tulus ikhlas jadi Warga Negara Indonesia...

Tuesday, August 12, 2008

happy b'day cita citaku

Nggak terasa sudah satu tahun program citacitaku on air di Trans7..11 Agustus kemarin tepatnya.. tapi suasana tim di kantor adem ayem aja.. gmana nggak adem ayem..orang timnya lagi jalan liputan semua kejar setoran.. di kantor cuma ada saya, dian, adel, anisa dan aryo.. yang lainnya, ada yg masih di luar kota, ato baru balik dari luar kota..masih istirahat.. sebenarnya sih pengen ngadain syukuran di kantor..seperti ultah program laptop unyil dulu..tapi apa daya..kami nggak punya uang kas..maklum belum pernah tembus target share,jd ya blm pernah dpt bonus.. tapi biar blm tembus target, tim kecil ini memang luar biasa semangatnya.. saya kagum..waktu pertama kali tim dibentuk, mereka masih mentah sama sekali.. saya emang nggak ikut dalam tim pertama waktu itu..(udh dapet enaknya ajah...hehehe..). didikan keras mas gatut, adel dan pak rahmat, berhasil membuat anak anak ini mampu bikin program seperti film hanya dengan dua orang aja..hanya reporter dan camera person, dengan satu kamera...
sebenarnya masih banyak sih kekurangannya.. baik dari segi naskah dan gambar.. dari episode ke episode, rata rata mereka berkembang...anak anak ini juga kompak banget... mereka udah kayak keluarga satu sama lain..contohnya, waktu syarah (camera person) sakit DBD dan harus dirawat di rumah sakit, anggota tim lainnya, gantian menemani syarah (maklum syarah anak kos yang jauh dari ortu)..
waktu uthe patah hati dan liputannya jadi amburadul... juga nggak kalah seru... semua tim terutama reporter yang semuanya cewek terus ngedukung dia.. biar dia ttp semangat liputan..hehehe..
teman teman...kami emang udah seperti keluarga sendiri... semoga aja keluarga kecil ini makin kompak dan kami bisa dapat taget bonus... tetap semangat....

culture shock

kepulangan saya dua minggu lalu ke surabaya bawa suasana yang beda... berasa culture shock...hehehe...gimana nggak beda, untuk pertama kalinya kakak adik, om, sepupu, dan sodara yang lain, plus teman teman melihat saya mengenakan jilbab..rata rata sih komentarnya baik..toh memang saya baik baik aja ngejalaninya...
tapi yang bikin saya terharu adalah om dudung.. om saya yang satu ini memang nggak ada pertalian darah langsung dengan saya..beliau adalah suami dari adik mama yang sudah meninggal. dan sejak tante meninggal 7 tahun lalu, om dudung dan 2 anaknya tinggal bersama keluarga kami, soalnya waktu itu anaknya masih kecil kecil..
kalau biasanya saya hobby pake celana endek dan kaos oblong di rumah, sejak kemarin itu udah nggak lagi..soalnya ya ada om dudung itu..bahkan saya selalu berjilbab kalau beliau sedang di rumah...
naahh..ini dia masalahnya.. awalnya om dudung merasa kehilangan saya... waktu kecil dulu om dudung juga sempat ngemong saya..beliau sudah seperti ayah sendiri buat saya..dulu om dudung juga sering menata rambut saya kalau mau sekolah...hehehe...
saya pikir perasaan beliau sih wajar aja..soalnya ya emang beliau tau banget tentang saya sejak saya masih kecil..tapi alhamdulillah, sekarang om dudung sudah bisa ngerti, kalau beliau nggak akan kehilangan saya sebagai ponakan atau anaknya.. karena kalau saya berjilbab bukan berarti saya nggak sayang lagi pada beliau..
baru kali ini saya benar benar paham dan ngerti kalau perubahan dalam diri kita itu juga berpengaruh pada orang lain.. soalnya sebelum sebelumnya perubahan yang saya alami kayaknya nggak ngaruh buat yang lain...(ato saya nggak perhatian aja ya??).. paling cuma komentar komentar aja..
jangankan om dudung...mama dan kakak saya juga ngerasain hal yang sama.. awalnya mereka kuatir banget saya nggak jadi diri sendiri..saya berjilbab bukan karena kemauan sendiri... nggak heran sih..soalnya di keluarga saya belum ada yang berjilbab murni (artinya bukan karena fashion)...setelah jelasin berkali kali, mama akhirnya paham juga kalau ini emang pilihan saya.. tapi masih ada lagi.. mama dan kakak pengennya saya pakai jilbab yang pendek dan stylist, tapi suami pengennya saya pake jilbab yang panjang sesuai aturan agama.. duuhh pusying.. saya memang sempat ngerasa nggak jadi diri sendiri gara gara itu.. kalau saya pake jilbab panjang awalnya mama dan kakak nggak suka, padahal saya emang suka modelnya...itu looh jilbab model ponco yang ada di sinetron..ada juga jilbab panjang belah samping, yg kata penjualnya model "teh ninih" (istri aa Gym)
buat saya ya ini emang resiko atau ujian buat perubahan yang saya jalani...
bisa jadi perubahan saya memang sangat drastis.. dan nggak semua orang yang modelnya kayak saya, tiba tiba mau mengenakan jilbab..hehehe..
tapi apapun itu, jilbab ini banyak membawa berkah..

Tuesday, August 05, 2008

welkom in malang

hmmm.... lembutnya ice cream coklat "toko oen" terasa lumer di lidah..
persinggahan saya di kota malang emang pas banget... abis makan bakso bakar, lanjut ice cream coklat di toko oen...
toko yang satu ini biar udah sepuh (tua) emang gak ada matinya...selalu jadi tujuan wisata kuliner bagi siapa aja yang datang ke malang...suasananya juga tempo dulu banget.. dan yang pasti saya suka ice creamnya, gak bikin tenggorokan sakit... coklatnya terasa mantep banget...hehehe...
lagi lagi... bukannya rakus.. saya abis dua scoup..
sebenarnya mo nambah lagi sih...tapi, dua aja cukuplah... kalau saya doyan ice cream, vira lain lagi.. sepiring omlete dan secangkir kopi udah bikin dia senyum senyum sendiri... hehehe...

toko makanan dari jaman belanda ini juga selalu ramai... waktu kami datang, ada rombongan turis asing yang kayaknya juga lagi nostalgia...
nggak heran sih..kongkow di toko oen menjelang sore emang asik banget... kursi kursi pendek dan meja bundarnya bikin ngobrol jadi tambah santai..berasa kayak di teras rumah...sayang karena waktu yang cuma sedikit, saya nggak sempat nyicipin makanan lainnya...

bakso bakar trowulan

kota malang memang identik dengan kota bakso.. penjual bakso gampang ditemui dimana aja.. dari yang mangkal,keliling kampung,sampai yang udah jadi franchise dimana mana... bakso juga, yang menjadi tujuan utama saya dan vira singgah di kota malang, sebelum kami lanjut ke tulungagung... tapi bakso tujuan saya cuma satu... bakso bakar trowulan di dekat kampus stie abm..
harum aroma bakso bakar menyambut kami yang emang udah kelaparan..(dari pagi berangkat blm sempat makan).. kedai bakso ini konsepnya self service, pembeli menyiapkan sendiri hidangan pendamping bakso bakarnya..seperti bihun,bawang goreng, tahu,dan kuahnya..sedangkan baksonya tinggal pesan dan tunggu dibakar penjualnya...
bakso yang dibakar sebenarnya juga sama saja dengan bakso lainnya..tapi buat saya, bakso trowulan ini emang terasa banget dagingnya... prosedur pembakarannya juga sederhana kok...
bakso ditusuk dengan besi jadi seperti sate..trus dipanggang diatas bara api sampai sedikit kecoklatan... trus, tinggal disiram campuran saos, kecap dan sambal yang pedasnya bisa disesuaikan... trus dibakar lagi dehh.... nyyaaaammm...
begitu dihidangkan.. lima butir bakso langsung tandas..nggak terasa saya habis 15 butir bakso.. bukannya rakus.. habis baksonya sekarang lebih kecil dibanding dulu, 2 tahun lalu waktu terakhir saya makan disini sama suami...
sayangnya acara makan bakso bakar kali ini, suami saya nggak ikutan.. padahal dia kangen berat tuuhh sama bakso malang..hehehe...
selain disini, masih ada beberapa kedai bakso bakar yang juga yahud.. tapi berhubung saya pengen nostalgia.. ya disini aja... yang penting rindu makan bakso bakar di kota malang, sudah tersalurkan.. thanx to vira,bike n belor...

Sunday, August 03, 2008

sego sambel HO-HA..

selain bebek goreng, ada makanan lain yang mungkin bisa dicoba..tapi dengan catatan harus doyan pedas..pedas banget !!!...judul makanannya aja "sego sambel" alias nasi sambel...tapi bukan berarti nasi ama sambal aja loohh.. ada lauknya juga.. biasanya ikan pe, ayam gorenga, tempe, dsb...dan yang pasti sambal yang pedesnya selangit itu..hehehe..banyak warung sego sambel bertebaran di sepanjang jalan di kota surabaya..terutama di daerah kampus yang penduduknya kebanyakan anak kos dan hobby makan murah meriah...makanya warung sego sambel yang baru buka malam pasti laris manis tanjung kimpul... soale murah dan wareg...
seperti yang satu ini.."sego sambel ho ha" warung ini nggak beda jauh sama waktu saya kuliah dulu...suasananya masih kekeluargaan..kita bisa menikmati sego sambel sambil duduk lesehan, ngobrol kanan kiri, dan yang pasti nahan pedasnya...
yang berubah dari warung ini cuma tampilannya aja..agak lebih manis sedikit.. lebih terang karena ada neon besar di atas gerobaknya.. neon ini menyinari spanduk nama warung diatas gerobak.. dibawah nama warung ada tagline "lezatnya mengharukan"..
gimana nggak mengharukan?? yang makan disitu dijamin nahan pedas sambil mengeluarkan suara suara hhoooohhh haaahhhh hooohhhh haaahhhh..nggak cuma itu.. bisa sampe nangis juga.. makanya taglinenya begitu...hehehe..
itu juga yang bikin saya nggak mampir... selain udah makan bebek, saya udah gak kuat lagi makan pedas pedas...kebetulan aja saya parkir persis di depan warungnya dan baca tagline itu...
buat yang doyan pedas, tantangan yang satu ini bisa dicoba kalau sedang ke surabaya... dan mari siap siap terharu bersama..hehehe...

ohh indosat m2....

empat hari nggak posting ke multiply sepi juga rasanya... bukannya nggak ada cerita yang mau diposting.. tapi nggak tau kenapa nih modem indosat m2 saya ngambek..gak mau kompromi.. kebetulan selama 2 hari kemarin saya dan vira main ke tulungagung ke rumah sahabat yang baru aja pindah kesana.. perangkat laptop n modem sudah pasti ikut juga.. eehhh... sampe disana gak bisa dipake connect internet sama sekali.. disana gak dapet sinyal..bahkan gprs aja nggak... aneh bin ajaib..padahal rumah teman saya ini berada di tengah kota.. dan sudah pasti ada sinyal gsm disana..suami teman saya sampe jadi repot. dia kebetulan bekerja sebagai engineer di indosat jadi penasaran dan langsung buka laptopnya buat cek jaringan.. katanya everything is ok.. dia tawarkan mau cek lagi..tapi saya nggak enak..masa malam malam jadi kerja gara gara saya mau main internet.. besok paginya.. sama juga.. bener bener ngambek...ini modem emang ajaib... suka putus putus sendiri..biar sinyal lagi full juga..naah pagi ini saya iseng coba lagi... untungnya udah bisa.. jadi cerita yang tertunda bisa saya posting lagi...kalau sampai hari ini nggak bisa, sampe jakarta ini modem mo saya sekolahin dulu...hehehe..