Thursday, August 14, 2014

Belajar kopi bersama Morph coffee

Dulu.. lebih dari satu decade lalu, saya memang termasuk doyan ngopi.. tapi ya ngopinya gitu2 aja siih.. ga terlalu istimewa.. cuma suka kopi tubruk..itu sudah..Bagi saya kopi tubruk dengan ampasnya itu jauh lebih nikmat dari pada kopi kopi yang dijual di coffeeshop2 beken.. Dan sepuluh tahun belakangan ini, saya sudah sangat jarang minum kopi… alasannya? Entahlah.. mungkin karena saya udah berhenti merokok, mungkin juga karena saya jarang nongkrong di coffee shop.. mungkin.. Tapi, itu semua ngga bikin saya jadi anti kopi.. aroma kopi itu emang bener-bener membuai.. kebetulan, minggu lalu saya dapat undangan sesi sharing kopi bersama Morph Coffee, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan biji kopi alias coffee roaster. Pagi itu Arief Said dan Andrew Tang, dua founder Morph Coffee siap berbagi cerita dan ilmu tentang kopi.. Arief mengajak saya mencicipi kopi dengan rasa buah unik, dan tanpa tambahan gula sama sekali… Yup…Kopi memang seringkali diidentikkan dengan rasa pahit asam. Dan bagi kebanyakan orang, minum kopi harus ditambah dengan gula.. tapi sebenarnya ada ngga sih, kopi yang tanpa gula tetap memiliki rasa manis? Eksperimen pertama adalah tentang persepsi rasa.. di hadapan saya tersedia setengah gelas air, tiga sendok the gula dan sepuluh tetes air jeruk nipis. Pertama, setengah gelas air ditambahkan dengan tiga sendok the gula cair, rasanya? Sudah pasti manis dong yaa… nah selanjutnya, ditambahkan lagi dengan 10 tetes air perasan jeruk nipis.. dan rasanya?.. menurut saya, sensasi manisnya justru lebih terasa.. nah disinilah persepsi rasa yang bermain.. Berikutnya Arief mengajak saya mencicipi dua gelas kopi tanpa gula dengan dua sensasi rasa yang berbeda. Yang sebelah kiri kopi dengan cita rasa coklat, dan yang sebelah kanan kopi dengan cita rasa pisang. Sayangnya saya ngga menemukan dua sensasi rasa tersebut.. sesapan di gelas pertama dan kedua bagi saya hanya terasa kopi, tapi memang nggak pahit.. terasa manisnya.. saya berusaha untuk menemukan rasa coklat dan pisang tapi masih ngga dapet juga… hmmm emang kalo yang ini kayaknya bener2 butuh lidah pecinta kopi sungguhan.. Ada banyak hal yang mempengaruhi rasa dan kualitas kopi. Pertama tanah tempat tanaman kopi ditanam. Unsur hara dan nutrisi tanah berpengaruh pada buah kopi yang dihasilkan. Kedua proses pasca panen. Cara petani mengolah kopi pasca panen juga punya peran penting dalam menentukan rasa kopi. Ada tiga macam proses pasca panen. 1. Natural, dimana pasca panen kopi langsung dijemur 2. Semi wash, setelah dipetik, buka kulit lalu jemur 3. Fully wash, setelah petik, buka kulit, lalu direndam 1 malam dan dijemur. Berikutnya yang punya peranan penting adalah proses masak biji kopi alias roaster. Disinilah, biji-biji kopi dipilih yang terbaik kualitasnya. Biji kopi yang rusak seharusnya tidak ikut dimasak. Begitu juga dengan tingkat kematangan, yang akan menentukan rasa kopi. Tingkat kematangan yang berbeda bisa membuat rasa kopi jadi berbeda. Dan terakhir, kemahiran barista dalam meracik kopi juga jadi penentu rasa kopi. Bagi sebagian orang, kopi asam membuat lambung terasa nggak nyaman, benarkah?... Untuk hal ini, semua kembali pada tingkat sensitivitas masing-masing orang. Tapi sebenarnya kopi dengan kualitas terbaik, ngga akan membuat perut jadi ngga nyaman. Arief menunjukkan contoh biji kopi yang rusak. Bentuknya menyerupai kuku kambing, pecah di bagian ujung. Ada juga biji kopi yang rusak karena serangan hama. Nah, satu biji saja kopi rusak, bisa menyebabkan efek rasa ga nyaman di lambung.. Okay.. percobaan berikutnya… Di hadapan saya sudah tersedia buah strawberry merah yang ranum dan segar.. Okay, sekarang kita coba menggigit dan mengunyah strawberry sambil menutup hidung.. Apa yang terjadi? Yang terasa di lidah hanya rasa asam dan manis. Nggak ada bedanya dengan makanan lainnya.. Dan begitu hidung dibuka, barulah tercium aroma strawberry yang khas, yang akhirnya membuat kita merasakan sensasi lain selain sekedar asam dan manis di lidah.. Yup... Selain indera perasa pada lidah, indera penciuman kita juga punya peranan penting yang mempengaruhi persepsi kita akan rasa makanan atau minuman. Dan ini juga berlaku pada kopi… selain rasa, aroma jadi karakter penting dan memiliki standard internasional. Untuk mencari aroma kopi yang sesuai standar internasional, harus dilakukan percobaan sampai berkali-kali. Aroma kopi juga tergolong unik.. karena memiliki sifat menetralisir dan menyerap aroma-aroma lainnya. Kalau kita pergi ke toko parfum, pramuniaganya biasa menawarkan untuk mencium biji kopi sebelum kita mencoba aroma parfum lainnya.. nah disinilah peran biji kopi menetralisir aroma yg sudah kita cium sebelumnya.. Karena sifatnya yg menyerap aroma inilah, penyimpanan biji kopi juga ngga boleh sembarangan. Menyimpan biji kopi sebaiknya jangan di dalam ruangan yang berasap rokok, karena bisa merusak aromanya. Udara jadi musuh utama kopi. Lalu perbedaan temperatur dan kelembaban yang ekstrim, dan paparan sinar matahari langsung juga mempengaruhi kualitas kopi. Karena itu, kemasan penyimpan kopi yang baik biasanya memiliki system kedap udara. Jadi kualitas kesegaran kopi benar-benar terjaga. Untuk mendapatkan kesegaran dan aroma terbaik kopi, sebaiknya pilih kopi dalam bentuk biji. Kopi dalam bentuk biji bertahan kesegarannya hingga 2 bulan dari tanggal masaknya. Sementara kopi dalam bentuk serbuk, kualitas terbaiknya hanya pada 2 atau3 menit pertama. Ada beberapa tips dari Arief untuk memilih biji kopi yang segar dan berkualitas. 1. Pilih kopi dalam kemasan yang menuliskan tanggal produksinya atau tanggal roastnya, bukan tanggal kadaluarsa. Karena biasanya kopi dalam kemasan seperti ini berasal dari biji biji kopi terbaik. 2. pilih kopi yang ditawarkan dari para specialty coffee. Biasanya para spesialis kopi ini sangat mementingkan kualitas kopinya. 3. cari tau siapa roasternya. Roaster dengan reputasi baik akan menghasilkan kopi-kopi dengan kualitas premium. Nah, kembali ke soal rasa nih… ada anggapan kalau kalau kopi paling enak diminum masih saat panas. Bener ngga sih? Lagi-lagi ini urusan selera. Menurut Arief, kopi yang dingin kadang bisa menampilkan sensasi rasa yang makin beragam. Rasa yang ngga muncul saat kopi masih panas, justru muncul saat kopi sudah dingin.. hmmmm.. lagi-lagi ini tergantung selera dan pengalaman seseorang akan kopi…

Wednesday, December 01, 2010

Pelangi di bumi Lundayeh

Krayan adalah salah satu kecamatan di kabupaten Nunukan, Kalimantan timur yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.. Lundayeh adalah suku bangsa yang mendiami dataran tinggi Krayan dan sebagian wilayah serawak, malaysia... satu suku, satu bahasa, tapi beda negara...hehehe...

Berada di ketinggian hampir 1000 mdpl, membuat Krayan seolah terisolasi dari Indonesia, karena wilayah ini hanya bisa diakses melalui jalur udara. Itupun hanya pesawat kecil jenis cesna atau cassa saja yang bisa mendarat disana. maskapai penerbangan dari Tarakan ada Susi air dan MAFF..

Belum ada jalur darat yang tembus kesana. Bisa jadi, akses yang sulit dan menantang itulah yang berkesan buat saya.. Entah kenapa, saat 3 tahun lalu kesana, saya punya feeling bakal balik lagi ke Krayan...dan kesempatan itu datang awal november kemarin.. 12 hari di krayan untuk syuting program anak Cita-citaku..

suasana Krayan desa Long Bawan nggak beda jauh dengan 3 tahun lalu..hanya saja sekarang lebih ramai dan lebih banyak mobilnya.. mobil yang bisa jalan disini cuma jenis mobil dengan double gardan..soalnya kondisi jalan antar desanya bener2 aduhaii...bisa ajojing di mobil dah...mobil-mobil itu dibeli dari Malaysia, begitu juga sebagian motor yang ada disana, juga dari Malaysia.. plat nomernya aja masih plat nomor Malaysia.. tapi ya gimana lagi.. mobil Indonesia ga mungkin masuk sana..mau diangkut pake apa??

oiya, kalo soal jalan..ada penurunan..alias lebih jelek..terutama jalur dari desa long bawan (desa kecamatan) ke desa long midang (desa terakhir di perbatasan), yang jaraknya sekitar 10 km.. kalo dulu cuma ada 1 jalan rusak parah sepanjang 100 meter, yang membuat kami harus angkat motor buat lewatin itu jalan..tapi kalo sekarang, ada 4 atau 5 spot jalan jelek sepanjang 100-200 meter yang bikin saya harus turun dari boncengan sepeda motor dan jalan kaki kalo mau selamat.. :D ...kalau musim hujan, mereka bilang "jahat betul jalannya"

meskipun tergolong dekat, akses menuju desa Ba'kelalan Malaysia juga ngga mudah..dari desa Long Midang (desa terakhir di perbatasan) jaraknya hanya sekitar 4-5 km.. bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam atau 4 jam pp.. kalau dari desa Long Bawan jaraknya sekitar 15 km aja..biasanya tiap pagi ojek barang antar negara berangkat ke desa Ba'kelalan untuk belanja barang kebutuhan pokok,bbm, dll..kalau musim panen tiba, mereka juga membawa beras hasil panen untuk dijual di Bakelalan. jalan lintas antar negara ini lebih aduhai lagi kondisinya... apalagi kalau musim hujan.. wedeeww... mantaps banget.. naik turun bukit..jalanan lumpur..lewat sungai.. lengkap... pokoknya para crosser handal nasional itu kalah deh... para ojek barang ini harus lewat jalan jahat sambil bawa barang dagangan yang nggak sedikit (diboncengan belakang dan di bagian depan)..mereka juga harus membayar pungutan di gate (pintu gerbang) desa punakelalan sebesar 5 RM sekali masuk-keluar melalui desa itu..

nggak heran kalau harga bensin di long bawan normalnya 12ribu aja perliternya... kalau cuaca buruk, hujan terus menerus, bensin bisa mencapai 30ribu perliter..bahkan di desa long layu (yang jaraknya 2 hari jalan kaki) harga bensin bisa mencapai 75ribu saat cuaca buruk...keren yak?? hehehe...

meskipun sulit diakses, Krayan punya sejuta pesona... tiga diantaranya membuat saya kembali terbang ke sana...

1. Garam Gunung...pepatah garam di laut asam digunung ga berlaku disini... soalnya Krayan juga penghasil garam gunung, yang diproses secara alami.. ada beberapa desa yang memiliki sumur air asin dan tempat pengolahan garamnya.. "garam tusu' abuh" dalam bahasa Lundayeh artinya garam halus seperti abu.. proses pembuatannya unik..air asin dari sumur dimasak dalam bekas drum, sampai airnya berkurang dan hanya tersisa butiran halus garamnya..kemudian garam yang masih basah dicetak dalam batang bambu.. garam dimasukkan ke dalam batang bambu yang sudah diberi lubang kecil di dasarnya. jadi air bisa keluar lewat lubang tersebut..kemudian garam dalam bambu di panggang sampai bambunya hangus..jadilah garam tercetak bentuk batangan seperti bambu. setelah dibersihkan dari kulit bambunya, garam batangan dibungkus daun dan diikat dengan akar tanaman.. nah..sayangnya garam tusu' abuh ini hampir semuanya dijual ke Malaysia..kalaupun ke Indonesia, biasanya karena pesanan.. (episode ini akan tayang di program Cita-citaku Trans7 tgl 25 Nov 2010 pk. 13.30 WIB)

2. kerajinan tangan topi rong basung dan sandal dari rumput hutan... topi unik khas Lundayeh ini terbuat dari daun pandan hutan yang sudah dikeringkan dan dilapisi lilitan lidi dari pelepah sejenis pohon kelapa..lidi panjang diberi pewarna dari bahan alami, dedaunan dari hutan yang menghasilkan warna merah dan ungu serta kunyit untuk warna kuning...
sandal rumputnya juga unik..terbuat dari rumput hutan yang dibelah dan dikeringkan... lalu dibuat jadi tali panjang... tali rumput ini juga diberi pewarna alami.. dasar sandal juga terbuat dari daun pandan yang dikeringkan, kemudian di beri lapisan plastik terpal supaya tahan air.. lalu bagian atas dilapisi dengan tali rumput...lagi-lagi dua hasil kerajinan itu lebih banyak dijual ke Malaysia.. topi rong basung biasa dipesan untuk acara pernikahan atau pesta..

3. Peta bau (topi dari manik tanah liat).. Kerajinan ini sudah langka..hampir ditinggalkan karena sekarang sudah banyak manik2 buatan pabrik.. tapi saya beruntung, masih menemukan seorang nenek yang bisa membuatnya.. Peta bau, atau hiasan kepala dari manik tanah liat biasa digunakan saat acara adat..dulunya peta bau juga menjadi aksesoris sekaligus penanda status sosial penggunanya..

4. beras adan... ini dia jawaranyaa... the highly recomended rice from Krayan... berasnya pulen kecil enak banget... dan yang pasti dijamin sehat, karena proses penanamannya yang alami dan tanpa pupuk kimia sama sekali... selesai panen, biasanya petani lepaskan kerbaunya di sawah...jadi ya kotoran kerbau itulah yang jadi pupuknya..kemudian barulah sawah ditanami..setelah ditanami, biasanya sawah ditinggalkan begitu saja sampai tiba waktu panen.. sayangnya beras adan ini juga lebih banyak dikonsumsi orang Malaysia dan Brunei Darussalam.. dan sayangnya pula, waktu kesana kemarin belum masa panen, jadi ga bisa bawa banyak berasnya...hehehe...

5. Kuliner khas Lundayeh juga ga kalah seru.. ada samu' atau telu' (bahan makanan yang diawetkan dengan fermentasi garam dan nasi), ada luba' laya (nasi lembek, mirip lontong), sayur tengayen yang berlendir tapi gurih (dari daun tumbuhan dekat sungai), sayur pucuk daun pakis, sayur umbut dari tanaman hutan (ga tau nama tanemannya, lupa nanya) umbutnya dimasak/dibakar dalam bambu, ada nasi suk ngang (nasi yang dimasak dalam kantong semar), dll

6. Krayan juga punya tempat peninggalan sejarah..diantaranya kuburan batu..sayangnya, 2 kali kesana blom sempat juga lihat kubur batunya..

7. Hutan lebat dan adventure road yang menyiksa tapi bikin ketagihan...hehehe...

8. Malam sunyi dengan backsound mesin genset...hehehe... listrik cuma ada 6 jam aja..dari jam 6 sore sampai jam 12 malam...

9. Sinyal GSM yang suka-suka...maksudnya suka ada, suka ilang...tapi lebih banyak ilangnya sih, terutama kalo lagi hujan.. jangan harap ada sinyal...kalo di desa Long midang.. kalo mau dapet sinyal, harus nongkrong di deket pager sekolah... ato di tengah lapangan..hehehe...

Sore itu..pesawat cassa AL membawa kami kembali ke Tarakan.. diiringi dua pelangi dan membawa beribu kenangan tentang negeri para Lundayeh...
12 hari sudah bersama anak-anak Lundayeh yang luar biasa...menyusuri desa Long Bawan, Long Midang, Long Api, Trang Baru (semua jaraknya relatif dekat) dan yang terjauh, melintas batas negara ke desa Ba'kelalan Malaysia..perjalanan tugas kali ini membuat saya makin kagum dengan orang-orang yang tinggal di desa perbatasan terpencil.. dengan segala keterbatasan akses dan harga yang mahal, mereka tetap semangat... semangat mencintai Indonesia..

Friday, March 19, 2010

....

"diantara guguran daun daun itu, terserak rinduku.. ikut tertiup angin, berputar membentuk pusaran, dan hilang.." 19032010..16;20

Merangkai tentangmu...

Seperti melihatmu di sana, dalam dirinya..lekat terasa, namun tak pernah nyata.
Kubangun imaji tentangmu bersama selarik puisi dan secangkir kopi..di saat gerimis sore dan ku mengejar senja.
Kupuaskan rinduku dalam hening mata itu. Karena hanya itu milikmu, selebihnya bukan.
Sepertinya ganjil.. Bagaimana bisa aku hanya mencintai sepasang hening mata?
Entahlah.. Akan kugenapkan nanti perlahan.
Kan kususun serpihan rinduku satu persatu, dan kurangkai menjadi kamu.
Yah.. Kamu.. Seperti nyata, namun tak pernah ada..

19032010..
01;35

masihkah kau disitu?

berusaha mengumpulkan rindu yang terserak...
ceceran tawa dan canda di sudut gerimis...
diantara coklat hangat dan senja kelabu..
sebuah pertanyaan untukmu..
masihkah kau disitu?

...16032010
21;00
sambil edit naskah..

Sunday, January 24, 2010

maafkan aku..

binar matamu takkan bisa berdusta..
begitu juga rona merah di pipimu..
meski kau coba mengelak..
meski kau coba membisu..
senyummu sudah bicara..
tentang rindu dan cintamu padanya..
tentang keraguanmu akan cintanya..

sekejab terlintas perih..
maafkan aku..
maafkan aku..
ini telah menjadi pengkhianatan yang sempurna..
karna ku pernah mencintainya..

Sunday, January 10, 2010

Sawai.. a misty hidden place and beautiful cacatua




Damai tentram di Utara Seram...

Cacatua Moluccensis, Eleonora Galerita, Lorius Domisela dan Lorius Lori adalah penghuni Pusat Rehabilitasi Satwa Masihulan, Sawai, Seram Utara.. burung-burung cantik endemik kepulauan maluku dan papua ini sedang dilatih untuk liar..
Mereka sangat cantik dan anggun.. nggak heran kalau jadi korban perdagangan ilegal..
PRS Masihulan, jadi salah satu lokasi yang dikunjungi wisatawan di Sawai..sayangnya, tempat ini kurang terawat..fasilitas toilet rusak, tidak ada air dan belum diperbaiki.. alasannya blum ada funding lagi yang masuk, bahkan perawat satwa disana sudah lama gak terima honor..mereka praktis hanya mengandalkan honor dari wisatawan yang datang.. Para perawat satwa disana dulunya adalah pemburu burung kakatua dan nuri yang dilindungi..tapi sejak berdirinya PRS, mereka berhenti berburu dan bekerja di PRS sebagai perawat satwa..

Nah...buat yang hobby treking, sawai dan TN Manusela bisa dicoba..pantau burung liar di atas platform di ketinggian 35 m ato 50 m (tapi kemarin saya engga mau nyoba..hehehe..)

kalo mau snorkling juga bisa.. di dekat tebing ada beberapa spot yang lumayan cantik..sayangnya di sana juga banyak karang yang rusak bekas bom ikan.. terus ada gua bawah laut yang pintu masuknya menghadap lautan..yang ini saya juga ga masuk..hehehe..seyeeemm...

Sayangnya, sebagai tempat tujuan wisata andalan di Seram, sawai masih kurang terurus.. yang bagus hanya di area penginapan milik pak Ali saja..sementara di desanya sendiri masih kurang terawat..masih suka buang sampah ke laut, penataan desa yang kurang rapi.. sayang banget, padahal potensi wisatanya lumayan okeh..

Penginapan pak Ali sederhana tapi nyaman..bangunan dari kayu diatas laut..
Pak Ali membuat taman coral di area penginapannya.. karang-karang cantik ia ambil dari laut lepas dan di tanam kembali di taman coralnya..
waktu kami kesana, kebetulan sedang ada transplantasi karang oleh petugas balai taman nasional manusela.. semoga program itu terus berlanjut..sampai karang-karang di sawai pulih dan cantik lagi..

FYI Sawai sangat cocok buat tempat menyepi..menjauh dari kota..soalnya:
1. Nggak ada sinyal GSM disana...horeee...hehehe..putus komunikasi dari dunia luar..lumayan merepotkan buat koordinasi...yang berlaku disini cuma HP satelit.. tapi jangan kuatir, kalo gak bawa HP satelit, ada wartel satelit yang tarifnya dijamin mahal bener..dan kalo malem, pasti ngantri buat nelponnya..huehehehe...
2. di penginapan pak Ali gak ada TVnya..cihuuii... asik kaan??..benar-benar cocok buat yang mau hanimun.. nah, kalo buat kita??... jadinya gak update apa pun yang terjadi diluar sawai. termasuk ada badai laurence di philipine yang dampaknya sampai perairan maluku..(hhff, pantesan ujan mulu...ga taunya emang lagi ada badai..hehehe..). Beruntung talent2 kami di episode ini pada doyan tampil, genit dan konyol...jadi lumayanlah buat hiburan tiap malem..

Perjalanan ke Sawai emang butuh tenaga dan waktu..dari Ambon, ada beberapa rute yang bisa ditempuh:
1. kalo bawa mobil dari ambon, harus nyeberang lewat pelabuhan ferry di Liang, penyeberangannya sih cuma 2 jam, tapi antrian ferrynya itu looh.. turun ferry bisa langsung tancap gas ke sawai.. perjalanan sekitar 5 jam, baru sampai di desa sawai..
2. Kalo gak pake mobil, dari pelabuhan tulehu pulau ambon,bisa nyebrang ke pelabuhan masohi, seram naik ferry cepat sekitar 2 jam juga. Dari masohi, naik angkutan ke sawai (kijang) 75rb/org..perjalanan dari masohi sekitar 4 jam..Atau bisa naik angkutan ke desa saka, desa tetangga sawai, trus nanti dijemput sama longboatnya Pak Ali, langsung turun di dermaga penginapan.. kata mereka, ini jalan yang paling enak dibandingkan langsung ke desa sawai yang jalannya berliku dan di dekat desa jalanan rusak parah..

eniwei...dengan segala kekurangan dan kelebihan sawai, ada dua hal yang selalu bikin kangen sawai:
1. nongkrong di teras ato dermaga penginapan, saat pagi ato sore...
kalo pagi, kita bisa puas melototin si ikan badut, ikan kakatua, ikan bendera, lionfish, kima, dll sambil nyeruput teh anget ama makan roti..kasih makan ikan juga...
kalo sore, sambil nunggu maghrib bisa duduk di dermaga.. liat lautan...ato liat anak2 main air.. (asal gak lagi hujan)..
2. saat malam...duduk di teras..sambil liatin bintang...
hhfff...bener-bener deeh..sawai memang damai...

Desember 2009

Beautiful Naira




Banda Naira, Desember 2009

Kepulauan banda naira berada di tenggara pulau ambon, maluku...
luar biasa cantik..langit biru..laut biru.. pulau naira yang menjadi ibukota kecamatan banda naira punya fasilitas yang cukup lengkap.. puskesmas besar, kantor-kantor perwakilan instansi pemerintahan, sampai universitas juga ada...
pulau naira yang cantik juga menyimpan banyak sejarah..
pulau naira, jadi pulau pengasingan untuk bung hatta dan bung syahrir.
kebanyakan rumah tinggal di naira adalah rumah tua peninggalan belanda..
di naira juga, ada seorang kakek perajin miniatur kora-kora yang tulus ikhlas mendedikasikan hidupnya untuk kora-kora (perahu perang orang maluku)

Sayangnya, cuma sempat di pulau Naira dan pulau Syahrir..

di pulau Naira sudah banyak penginapan..ada hotel Maulana yang lumayan mahal (Rp,350.000/mlm) ato guesthouse yang lebih murah (sekitar Rp.80.000/mlm). Soal makanan, juga gak susah, soalnya banyak warung makan.. kalo mau murah menu nasi ikan pilihannya.. kalo menu ayam agak mahal.. juice buah juga mahal.. teh botol juga (7.500/botol)
kalo mau keliling Naira, sewa tukang ojek aja seharian.. tarifnya silahkan nego..tapi kalo pas ada kapal pelni masuk, artinya lagi banyak turis datang, dan mereka suka pasang harga tinggi..Rp.100.000 s/d Rp.150.000,- per hari. tapi kalo cuma keliling pulau Naira, satu hari aja udah cukup kok..
Nah, kalo mau keliling pulau-pulau lainnya, bisa sewa perahu motor..tarifnya juga tergantung jarak atau pulau mana saja yang mau dikunjungi..

Dari ambon, pulau naira bisa ditempuh dengan kapal pelni ciremai selama 7 jam.. hanya saja kapal ini cuma singgah di naira dua minggu satu kali..kapal pelni akan melanjutkan perjalanannya sampai ke fak-fak dan kaimana, papua. Lalu kembali lagi dengan rute singgah di Banda Naira..Jadi kita cuma punya waktu 3 hari saja di kep. banda naira, sampai kapal pelni singgah dan kembali ke ambon.
transportasi lain??... hmmm.. ada kok.. bandara sudah ada, tapi jadwal pesawat bersubsidi nggak pasti, jadi jangan berharap banyak sama sarana transportasi ini.. ada alternatif transportasi yaitu kapal motor yang bisa memuat sekitar 200 penumpang...kalo gak salah namanya "Gravila" kapal motor ini biasa singgah di Naira dua kali dalam seminggu untuk mengisi kekosongan transportasi selama kapal pelni belum masuk..
dengan Gravila, ambon-naira bisa ditempuh dalam waktu sekitar 14 jam...huehehehehe...kata salah satu dokter yang tugas disana, "highly not recomended kecuali kepepet" ..

Note:
foto-foto lengkapnya di www.ardinakartika.multiply.com

.....

Kuluapkan rinduku disini..
Ditengah hening kelamnya lautan banda..
Diantara kelip bunga langit saparua..
Hanya ada kita, dan jejak perjalanan lalu..

(laut banda, 9 Desember 2009)

Masih ada aku disitu..

masih ada aku disitu...di sudut ruang hatimu...
ceceran kenangan yang terserak bersama rinduku pun masih disitu
meskpun lemah, tapi sedikit hangatkan kalbumu...
tak perlu kau tolak aku.. percuma..
karna aku pun tak ingin pengakuan itu..
tak perlu ada kata yang bicara..
ku ingin hening saja..
karena serpihan rindu itu sudah cukup..
cukup membuatku mengerti....masih ada aku disitu..

(dini hari..sambil edit naskah..)
November 2009

Sunday, November 22, 2009

Rindu bisu itu...

satu rindu yang bisu..mengajakku tuk terus berkelana menembus waktu..
..tapak-tapak kami menelusuri setiap jalan kita..
rindu yang tak kunjung usai itu juga membawaku..
melewati hangat pagi di tepi dermaga kayu..
dan indahnya senja biru di tengah lautan..
meski tak mungkin lagi menemukanmu, rindu bisu itu tak juga berlalu...
entah sampai kapan.. ia mengajakku berkelana menembus waktu...

Saturday, November 14, 2009

Seperti Emak...

Speechless.. dan buliran bening mengalir di pipi..
"Emak ingin naik haji" film garapan Mizan ini sungguh luar biasa..
Ini film Indonesia ke-3 yang sukses membuat saya menangis.. ( 2 film sebelumnya : Daun di atas bantal dan Laskar Pelangi)

Keinginan Emak (Aty Kanser) untuk naik haji yang begitu tulus..setulus hatinya, saat uang tabungannya selama 5 tahun dari berjualan kue, harus direlakan untuk operasi cucunya.. Emak juga ikhlas bersedekah untuk tetangganya yang sakit, meskipun ia juga hidup pas-pasan.. Emak juga ikhlas kalau memang umurnya nggak cukup untuk naik haji.. Subhanallah... Nangis dengernya..

Film ini benar-benar menginspirasi, menenangkan hati dan pikiran saya.. Membuat saya ingat akan semua dosa-dosa saya, kenalakan saya, pokoknya semuanya...

Saya ingin bisa seperti Emak.. yang tulus ikhlas menjalani hidupnya
Saya ingin bisa seperti Emak.. punya niat yang sangat kuat..
Saya ingin bisa seperti Emak.. yang selalu rindu akan rumah Alloh..
Saya ingin bisa seperti Emak..