Tuesday, September 30, 2008

pagi ini...

sinar matahari menembus celah gorden kamar saya pagi ini... terik banget... seharusnya memang masih pagi.. jam 09.00 wib.. tapi rasanya kok ya kayak jam 12 siang..jadi sempat mikir ini masih pagi ato udah siang yah.. hehehe...saya buka jendela dan angin segar memenuhi rongga dada... cicitcuwit anak anak ayam piaraan simbah ikut meramaikan suasana pagi ini... uugghhh damaaii banget...
selamat datang di surabaya... ini pagi pertama saya di rumah, menjelang Idul Fitri...akhirnya.. setelah 4 tahun saya nggak merayakan hari pertama Iedul Fitri di rumah ini...

Saturday, September 27, 2008

pelangi di raja ampat...

pelangi menemani perjalanan saya dari pulau batanta ke waigeo.. speed insonem milik CI trus melaju, menerjang ombak .. rasanya kayak naik angkot di jalanan rusak..
laut memang sedang nggak bersahabat..tapi kami nggak punya pilihan lain. kami cuma punya waktu 4 hari lagi untuk satu episode di desa saonek, waigeo selatan..
pelangi indah yang membingkai langit raja ampat seperti mewakili keberagaman karakter kampung dan anak anak di kepulauan ini.

anak anak di desa yensawai dan arefi sangat jauh berbeda dengan anak anak di desa saonek.. padahal jaraknya cuma sekitar 2 jam naik speedboat..tapi memang, transportasi laut umum antar pulau disana masih minim banget.
di kampung arefi, anak-anaknya masih polos.. sambil main mereka suka menyanyikan lagu lagu daerah dan gereja.. mereka bicara dalam bahasa beser dan beteuw. nenek moyang mereka adalah orang orang biak. anak anak arefi juga sangat pemalu..saking pemalunya, sulit banget ngarahin mereka di depan kamera. tapi soal fisik, jangan ditanya...
di saonek, kami juga kesulitan ngarahin anak anak yang jadi talentnya.. bukan karena mereka pemalu.. tapi karena bandelnya gak ketulungan.. awal screening sih seneng2 aja. mereka, 4 anak berani semua.. jadi hari pertama lumayanlah.. tapi hari kedua dan ketiga... uuughhh.. serasa darah tinggi deh... bandel banget... lagi serius syuting, mereka malah main petasan.. ampun deh..
sebenarnya sih nggak jadi masalah kalau kami masih punya banyak waktu..tapi kenyataannya, kami cuma punya waktu 3 hari aja disana.

desa saonek memang sudah seperti kota di kabupaten raja ampat. banyak kapal kapal yang singgah disana..penduduknya juga beragam..dari ambon, ternate, jawa dan papua...anak-anaknya udah pada hapal lagu lagunya gigi dan wali.. nggak ada yang pemalu... hehehe.. emang itu salah satu akibat dari membuka diri dengan dunia luar..ya mau gimana lagi..

Monday, September 22, 2008

KM Kalabia

hujan semakin deras saat speed boat yang kami tumpangi merapat ke lambung kapal motor kalabia..

sore 13 september lalu, kapal kalabia berlayar menembus hujan deras di sorong... menuju pulau batanta di kabupaten raja ampat.. di sana, 4 desa sudah menunggu kedatangan kapal dengan misi pendidikan konservasi laut ini...
penampilan kalabia dari luar memang unik.. lukisan beragam hewan laut beraneka warna memenuhi seluruh badan kapal.. warna warna cerah, khas anak anak...
ruangan utama kapal, seperti ruang keluarga di rumah.. hangat dan tentu saja lengkap dengan perangkat audio visual, LCD TV, dan buku buku tentang alam dan hewan laut..
kemudian kami diantar ke lantai atas, kamar kru.. ada 3 kamar di lantai atas, dan kamarnya benar benar nyaman.. 4 ranjang bertingkat, masing masing dilengkapi lampu baca dan kipas angin.. di masing masing kamar ada AC yang siap mendinginkan tubuh kalau cuaca panas..
sayangnya, hujan masih lumayan deras.. niat saya jalan jalan keliling kapal jadi batal... penerbangan 5 jam dari jakarta ke sorong juga bikin cape.. makanya begitu menyentuh kasur, saya langsung lelap..

waktu makan malam juga bikin surprise tersendiri... sejak berangkat dari jakarta, saya sudah menyiapkan mental untuk makan seadanya, sedarurat daruratnya saat liputan di kepulauan raja ampat.. tapi ternyata, saya salah besar.. kapal kalabia, punya koki yang luar biasa... pak abshalom namanya... masakannya benar benar yahuud... masakan yang akhirnya kami rindukan, setelah kami meninggalkan kapal kalabia.. hehehe..

menginap di kapal kalabia serasa menginap di hotel.. kamar tidurnya bagus, listrik 24 jam, peralatan lengkap, koki yahud, kamar mandi bersih, kru kapal yang semuanya ramah dan menyenangkan..

program pendidikan konservasi di kapal ini juga menarik... nggak cuma teori yang diajarkan.. beragam permainan mengajak anak anak lebih memahami dan mau menjaga lingkungan dan laut mereka... dan kedatangan kalabia ke setiap desa, benar benar menjadi hiburan tersendiri bagi anak anak di 88 desa di kepulauan raja ampat.. nama kalabia sendiri diambil dari nama ikan endemik di daerah papua barat.. ikan kalabia atau ikan mandemoor.. adalah jenis hiu jinak yang bergerak dengan siripnya, sehingga tampak seperti berjalan atau merangkak.. ikan ini mudah ditemui di daerah bakau di desa arefi, batanta..

banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama berlayar bersama KM Kalabia.. semoga Kalabia akan terus berlayar untuk anak anak papua..

bye bye sorong...

pagi ini di bandara domine eduard osok..
finally..setelah 8 hari di raja ampat, saya harus terbang ke manado...satu episode lagi sudah menunggu di sana.
cuma satu malam saya menginap di sorong.. dan nggak sempat jalan jalan keliling kotanya.. soalnya emang cuma transit sih..cuma sempat makan malam di kawasan tembok, trus ke kantor CI, trus masuk hotel... capeee banget.. pinggang rasanya patah patah...hehehe..
malam malam sebelumnya, saya habiskan di kapal kalabia yang berlayar di sekitar pulau batanta, dan di penginapan murah meriah di kampung saonek, waigeo selatan..
2 episode dalam 8 hari benar benar melelahkan... waktunya pas banget, bahkan kurang..cuaca yang nggak menentu dan perjalanan dari pulau batanta ke pulau saonek, lumayan makan waktu dan tenaga...
jadinya, 8 hari kejar kejaran ama hujan, pasang surut laut dan ngurusin anak anak kecil yang bandel bandel itu....
tapi alhamdulillah akhirnya selesai juga.. semoga hasilnya juga bagus...