Sunday, November 22, 2009

Rindu bisu itu...

satu rindu yang bisu..mengajakku tuk terus berkelana menembus waktu..
..tapak-tapak kami menelusuri setiap jalan kita..
rindu yang tak kunjung usai itu juga membawaku..
melewati hangat pagi di tepi dermaga kayu..
dan indahnya senja biru di tengah lautan..
meski tak mungkin lagi menemukanmu, rindu bisu itu tak juga berlalu...
entah sampai kapan.. ia mengajakku berkelana menembus waktu...

Saturday, November 14, 2009

Seperti Emak...

Speechless.. dan buliran bening mengalir di pipi..
"Emak ingin naik haji" film garapan Mizan ini sungguh luar biasa..
Ini film Indonesia ke-3 yang sukses membuat saya menangis.. ( 2 film sebelumnya : Daun di atas bantal dan Laskar Pelangi)

Keinginan Emak (Aty Kanser) untuk naik haji yang begitu tulus..setulus hatinya, saat uang tabungannya selama 5 tahun dari berjualan kue, harus direlakan untuk operasi cucunya.. Emak juga ikhlas bersedekah untuk tetangganya yang sakit, meskipun ia juga hidup pas-pasan.. Emak juga ikhlas kalau memang umurnya nggak cukup untuk naik haji.. Subhanallah... Nangis dengernya..

Film ini benar-benar menginspirasi, menenangkan hati dan pikiran saya.. Membuat saya ingat akan semua dosa-dosa saya, kenalakan saya, pokoknya semuanya...

Saya ingin bisa seperti Emak.. yang tulus ikhlas menjalani hidupnya
Saya ingin bisa seperti Emak.. punya niat yang sangat kuat..
Saya ingin bisa seperti Emak.. yang selalu rindu akan rumah Alloh..
Saya ingin bisa seperti Emak..





Monday, November 02, 2009

Sepenggal Rindu yang Bisu

Bulan setengah berpendar lembut..
Sepintas terlintas rindu..
Pada hening biru senja itu...
Pada debur ombak laut kala itu..
Pada gemerlap ribuan bunga langit malam itu..

Tak mudah menolak datangnya rindu..
Yang datang bersijingkat di hening malam..
Berkelebat sekejab, menelusup menyesap dalam kalbu...
Rindu itu selalu datang dalam hening, dalam tawa, namun tak bersuara..
Mengendap, menyesak tak terluapkan..
Dan hanya menjadi sepenggal rindu yang bisu..

Sunday, October 25, 2009

semua cinta itu indah..

semua cinta itu indah..
meskipun ia datang pada saat yang salah sekalipun..
meskipun ia akan membasahi mata kita sekalipun..
meskipun ia tak akan terungkapkan dengan kata atau perbuatan sekalipun...
bahkan saat ia pergi dan berlalu sekalipun...
cinta akan selalu indah dengan caranya sendiri..

Thursday, October 22, 2009

Once when I was little

I was the one, who would always jump in first
Didn't think twice to look behind
Got such a good feeling, just from playing in the dirt
Once, when I was little

We could build a rocket, fly to the moon
Leave Tuesday morning, and be back for noon
There wasn't nothing, nothing that we couldn't do
Once, when I was little umm
Once, when I was little

Yeah I could dream more then
Yeah I believed more then
That the world could only get better
Yeah I was free more then
I could pretend more then
That this life could only show me good times
Once, when I was little umm ohh lalala

There was a time when I trusted everyone
Yes I did
There was no place that I would not go oh no
Spend a day on the hillside next to the holly mo
Oh once, when I was little
Yea once, when I, I was little

Yeah I could dream more then
Yeah I believe more then
That this world could only get better
Yeah I was free more then
I could pretend more then
That this life could only show me good times
Once, when I was little

Used to feel so strong
Even when they tell me, tell me I was wrong
That I can't live in a magic world
Cause it's time for me to grow up
That I got to be like the rest of them
When I know there acting up ohh

I could believe more then yes I could
I could pretend more then
That this life could only get better
I could believe more then yes I could
I could pretend more then

That this world could only show me good times
Once, when I was little
When I was little

So here comes the next one, the next in line
Stay as young you can, for the longest time
Cause those days flew by
Like a breeze just passing through
Once, when I was little

Monday, October 12, 2009

saya....

saya....
tidak menyesali apa yang sudah terjadi...
semua hal yang saya alami..
baik tawa dan air mata..
adalah bagian dari perjalanan hidup saya..
dan menjadi proses pendewasaan diri saya..

saya...
akan terus berjalan...
mengikuti sang waktu yang tak mau menunggu...
melewati tawa dan airmata...
hingga tiba saatnya...

Depok, 12 Oktober 2009

Wednesday, September 16, 2009

Pergilah...

Sudah kubilang cukup...
Sudah kuingin akhiri...
Tolonglah mengerti, jangan datang lagi..
Harusnya kau sudah pergi bersama buih lautan...
Tapi rindu itu tak peduli...
tanpa berkata apa-apa, ia kembali datang, menyelinap di sela hening hati...

Sudah.. pergilah rindu...
Tak ada gunanya lagi kau ada disini...
Tak perlu ada senyum itu...
Hanya kan menambah sesakku..
Pergilah..
Tak perlu kembali...itulah yang terbaik untuk kita...

Yang terakhir...

ini akan jadi yang terakhir.. begitu katamu...
aku pun mengiyakan dalam hangat dekapmu...

kan jadi yang terakhir...
harus jadi yang terakhir...
jadi tak boleh lagi ada rindu itu...
jadi tak boleh lagi ada dekap itu...
karena kan jadi yang terakhir...

aku tahu, tak akan ada yang bisa menahan waktu...
yang terus mengganti hari dan menggulirkan malam...
seharusnya memang sudah tak ada lagi rindu itu...
karena tak akan mungkin lagi ada dekapmu...

tapi rinduku tak juga berlalu...
meski semua sudah berakhir...
meski semua harus berakhir...

Depok, 16 September 2009

Saturday, August 22, 2009

Aku ingin jadi lautan untukmu....

aku ingin jadi lautan untukmu..
kan kugosok pecahan karang tajam hingga jadi butiran pasir lembut...
hingga tak kan melukai tapak kakimu, saat melangkah di tepianku...

aku ingin jadi lautan untukmu...
kan kutangkap sinar mentari untukmu...
mentari jingga keemasan yang damai..yang akan hangatkan hatimu yang beku....

aku ingin jadi lautan bagimu...
kan kuhadapi hempasan angin selatan yang menderu...
hingga menggulung semua resah dan gelisahmu...
luapkanlah amarahmu....karena buih-buihku kan redakanmu...

bersamaku tak perlu ada ragu...
aku akan jadi lautan untukmu...
lautan lepas..seperti jiwa yang bebas...
cukup selami hatiku...
kau kan temukan cinta yang kau cari...

(thanks to: om sonny tasidjawa & h.asdar yg mengenalkan pada saya tentang indahnya lautan...)

Kucoba

ku coba nikmati cinta ini...
cinta yang hening tanpa kata-kata...
hanya bisa melukisnya pada langit pagi...
pagi jingga yang hangat seperti cintaku...

ku coba selami rindu ini...
rindu yang sunyi tanpa isyarat...
hanya bisa sampaikannya pada lautan...
lautan biru tak bertepi seperti rinduku...

kan terus kucoba...
nikmati...dan selami...
cinta dan rindu milikmu..

Sunday, August 09, 2009

Tak ada lagi...

Tuhan...
Aku ingin semuanya selesai malam ini...
Aku ingin tak ada cinta itu lagi...
Aku ingin tak ada rindu itu lagi...
Aku ingin tak ada tangis itu lagi...
Aku hanya ingin sendiri...
Hanya sendiri...
Sendiri dalam sunyi...

Wednesday, July 29, 2009

.......sorot mata itu....

Sorot mata itu terlihat lagi...
Sekelebat saja...
Tapi aku mengenalinya...
Dan aku merindukannya...

walau sekejab...

terima kasih untuk hari yang indah...
walau sekejab...
tetap terasa indahnya...
walau sekejab...
tak perlu lagi bicara...
kunikmati saja yang ada...
walau sekejab...
waktu yang tersisa...
untuk kita...

kita....

persahabatan yang tulus akan mengalir begitu saja...
tanpa disadari... tanpa paksaan... tanpa pamrih..
persahabatan yang tulus akan selalu membutuhkan ujian untuk membuktikannya....
melewati perbedaan.. melewati pertengkaran... melewati marah dan tangis...
tapi persahabatan sejati akan mampu melewatinya...
karena kita saling menerima perbedaan itu...
karena kita memang membutuhkan pertengkaran itu...
karena kita... adalah kita....


Depok, 29 Juli 2009..
special for CC crew...
tetap semangaaaat..

Monday, July 27, 2009

Bukan aku....

Aku tahu...
Gelak tawanya sedang temani malammu...
Binar matanya sanggup hapuskan rindumu...
Belai lembutnya telah hilangkan lelahmu...
Aku tahu...
Hanya ada dia untukmu...
Hanya dia...
Bukan aku....

Depok, 27 Juli 2009

Bukan aku....

Aku tahu...
Gelak tawanya sedang temani malammu...
Binar matanya sanggup hapuskan rindumu...
Belai lembutnya telah hilangkan lelahmu...
Aku tahu...
Hanya ada dia untukmu...
Hanya dia...
Bukan aku....

Depok, 27 Juli 2009

Seharusnya begitu...

Sepertinya kamu pun berusaha lepaskan itu...
Seolah semuanya hanya angin lalu..
Tak pernah ada aku disitu...
Dan tak ada arti bagimu...
Tapi memang seharusnya begitu..
Karena kita tak mungkin satu...

Hanya ini...

Aku tak bisa katakan itu padamu...
Tak mungkin juga ungkapkan untukmu...
Hanya terasa pahit bagiku...
Yang kubisa hanya ini...
Tuliskan ini...
Hanya disini...

Saturday, July 25, 2009

Semu....

Waktu begitu lama berlalu...
Aku ingin cepat datang bosanku...
Hingga tak perlu lagi rindu itu...
Karena semuanya hanya semu...

Friday, July 24, 2009

Inginku...

Inginku menyapamu..
Tuk sekedar melepas rindu...
Tapi, kutahu itu tak perlu..
Karena akan menambah sakitku...
Biarkan saja mati perlahan...
Atau membeku dalam kejemuan....

Thursday, July 23, 2009

Bagan untuk NKRI... from Ambalat with love...

h. asdar: " bener nih mba mau ikut ke bagan??.."
dina : " iyah.. bener pak... saya kan harus ikut..masak reporternya gak ikut, nanti yang bantu cameramannya siapa doong??"
h. asdar: "mau nginap atau langsung pulang??.."
dina : " nginap dong pak.. ya pokoknya saya mau ambil gbr lengkap.. semua aktivitas di bagan"
h. asdar: " hmm.. ooh ya udah nanti kita buatkan tangganya, biar mbaknya gampang nanti naiknya.. kalau istri saya dulu naik bagannya saya gendong"
dina : " oohh iya ya pak.. pokoknya saya ikut yaah...nanti sore kami udah standby di sini"

Dengan gagah berani pokoknya saya ngotot ikut... saya nggak tau seperti apa bentuk dan rupanya bagan milik haji asdar.. yang saya tau bagan itu terapung di lautan atau sungai, untuk tangkap ikan, dengan rumah kecil diatasnya.. lagi pula dari keterangan pak camat, bagan para nelayan di sebatik itu luasnya sekitar 25 m2. hmm lumayan luas kan?...
kata pak camat juga, bagan bagan nelayan sebatik itu berada di ambalat atau ambang batas laut antara Indonesia dan Malaysia... itulah yang membuat episode ikan teri ini langsung diamini oleh produser.. pokoknya semangat banget deh...

tapi itu adalah kondisi di siang hari..dan saat malam tiba, nyali saya langsung ciut saat melihat sosok bagan yang bikin penasaran itu... Oh My God... senyum dan tawa saya langsung hilang melihat bagan yang akan saya tinggali selama satu malam nanti..


beginilah rupa dan bentuk bagan itu... tingginya sekitar 4 meter dari permukaan air laut.. dan hanya berupa batang batang kayu.. gak ada alasnya.. hanya ada alas jaring untuk menjemur ikan teri.. bagan ini dilengkapi lampu di bagian dasarnya untuk memancing ikan teri masuk perangkap jaring... ini juga alasannya kenapa nelayan bagan baru bekerja malam hari..

anak buah haji asdar dengan cekatan memanjat kayu kayu bagan dan memasang 4 batang bambu untuk dijadikan tangga..

dan saya masih ternganga ...gak percaya ini akan terjadi... mau balik pulang itu juga tengsin..udah semangat siangnya, masa' langsung ciut.. lagian kasian wisnu kalo dia sendirian. saya masih berusaha menenangkan pikiran dan tetap menjaga wibawa.. heheheh..
tapi tetep aja gak bisa boong kalo saya emang takut banget naik ke bagan... bukan apa-apa sih.. masalahnya adalah bentuk bagan itu sendiri yang cuma pijakan batang bambu, trus tambah lengkaplah ketakutan karena gak bisa renang.. saya cuma bayangkan, kalo pas menginjak bambu, trus kepeleset.. padahal bawahnya langsung laut.. hadooohh... susah bener yak kerjaan ini...

tapi akhirnya saya sampai diatas juga dengan gemetaran menyusuri bilah bambu..dibimbing pak camat dan haji asdar, dan diiringi tawa wisnu yang menyebalkan..

sampai di atas bagan saya menuju ke tempat yang paling aman.. sebuah gubuk berukuran 1x3 meter..biasanya disinilah tempat berisitrahat para nelayan bagan.. di dalamnya lengkap ada kompor, wajan, panci, sampe soundsystem.. biar sempit, inilah tempat yang paling aman dan nyaman selama di bagan...setidaknya sampai takut saya ilang atau berkurang... dari lantai kayu gubuk terlihat jelas ombak lautan di bawah... huuffhh.. tapi paling nggak lantainya cukup rapat...

Cukup lama saya menenangkan diri di dalam sambil buat naskah.. (karena gak tau kondisi bagan, saya bawa laptop buat nyicil naskah episode sebelumnya)..sementara wisnu mulai beradaptasi sama lingkungannya barunya.... keliling bagan.. badan wisnu lumayan ramping alias kurus.. dia lincah sekali loncat sana sini sambil bawa kamera...

sekitar jam 22.00 wita, pak asdar mulai mengangkat jaringnya..awalnya saya cuma dengar teriakan riang anak anak talent kami lihat hasil tangkapan teri... lama lama saya jadi penasaran juga.. akhirnya saya beranikan diri keluar gubuk derita itu..bak pengumpul ikan teri dan tempat memasaknya gak jauh sih dari gubuk cuma sekitar 3 meter aja.. di belakang gubuk persis. tapi jalan buat kesana ituloh, yang penuh cobaan... saya harus meniti bambu lagi sambil pegangan atap gubuk.. dan dibimbing pak camat tentunya...tapi kali ini gak ada ketawa wisnu, dia lagi sibuk ambil gambar sendiri.. astaga.. saya jadi gak tega sama anak itu.. saya harus berani..paling nggak, saya ada di sekitar dia, bukannya malah sembunyi di gubuk..kan senasib sepenanggungan...

malam itu tangkapan teri cukup bagus kata haji asdar.. haji asdar dan para nelayan bagan sebatik punya perhitungan tanggal berdasarkan bulan.. akhir bulan sampai awal bulan katanya tangkapan bagus karena arus sedang tenang..apalagi kalau sedang musim angin selatan, antara bulan juni sampai nopember. saat itulah yang paling ideal untuk menjaring teri, karena arus laut cukup tenang saat malam, dibandingkan musim lainnya..

setelah diangkat ikan teri dipilih, dipisahkan dengan hewan laut lainnya yang ikut terjaring..ada ubur ubur gede (langsung dibuang ke laut lagi), trus ama sotong (yang ini enak)... ikan teri langsung direbus, kata haji asdar inilah yang bikin teri ambalat enak. rebusnya pakai air laut campur garam.. maksudnya ditambah garam lagi. meskipun air laut sudah asin, tetap harus tambah garam supaya hasilnya kering dan bagus.. haji asdar sudah tau takaran pas untuk garamnya.. 15 liter air + 0,5 kg garam untuk 4 kali perebusan.
Setelah direbus, teri langsung ditiriskan.. dan siap untuk dijemur..

Malam itu saya dan wisnu memang bertekad nggak tidur untuk melengkapi gambar di bagan. apalagi waktu angkat jaring pertama, wisnu nggak dapat gambar lengkap, karena bingung mau yang mana duluan sementara dia gak mungkin gerak cepat dengan kondisi bagan kayak gitu.. kami rencana akan ambil gambar angkat jaring kedua jam 2 dini hari..

tapi rencana tinggal rencana.. tepat jam 12 malam hujan deras turun... tutup kamera, masuk ke gubuk derita.. sementara wisnu, haji asdar, pak camat dan yang lainnya tidur diatas jaring berselimut plastik terpal.. gak ada yang bisa kami lakukan lagi..dari pada kameranya basah trus rusak, tambah panjang itu urusannya...

pk. 05.00 wita saya terbangun... semburat merah jingga menerobos ke pintu gubuk.. SUNRISE.. bisa dibilang saya gak punya perasaan waktu itu.. tapi demi gambar bagus, biarin ajah... saya minta haji asdar bangunkan wisnu sampai bangun..dan saya langsung kasih tripod dan kameranya, gak peduli dia masih setengah merem... mentari terbit indah sekali... luar biasa.. sambil nunggu mentari, haji asdar dan pak camat membakar sotong untuk sarapan... subhanalloh... uenaaak banget... sotong bakar terasa manis gurih, meskipun tanpa bumbu...

semua ketakutan saya tadi malam hilang.. menikmati mentari sambil makan sotong... tapi tetep deg degan, gara2 wisnu ambil gbr dari ujung bagan dan tetep pake tripod.. salut...tapi bikin saya berdoa sepanjang dia ambil gambar sunrise..



sambil makan sotong saya dengarkan pengalaman haji asdar membangun usaha ikan terinya... cerita yang membuat saya sungguh kagum akan keuletannya...



Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini awalnya nggak ada niat jadi nelayan bagan.. Asdar muda merantau meninggalkan bone 12 tahun lalu, untuk bekerja di Malaysia.. dengan kapal laut, sampailah ia di pulau sebatik, pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.. Asdar pun bekerja di negeri tetangga sebagai buruh di perusahaan kayu.. hanya 3 bulan bertahan.. "tidak ada untung kerja di Malaysia,biaya hidup tinggi" kenang haji asdar..
mulanya asdar muda ingin kembali ke tanah bone..tapi, tertahan karena salah satu kerabatnya yang tinggal di desa sungai nyamuk, sebatik mengajaknya bekerja di sawah..
darah pelautnya tak bisa membuatnya bertahan lebih lama di sawah.. cukup 4 bulan saja, dan asdar muda kembali ke laut..menjadi nelayan udang bersama sepupunya yang tinggal desa sungai taiwan, desa yang kini ditinggalinya..

Dalam satu bulan, haji asdar bisa mengumpulkan uang 200 RM.. hanya 10 bulan ia menjadi buruh penangkap udang.. setelah menikah dengan Samsidar, wanita bone yang besar di Sebatik, haji asdar dapat pinjaman perahu dari sang mertua....
keuletan asdar muda teruji disini... hanya 2 tahun, ia bisa membeli perahu sendiri.. dan menjalankan usahanya sendiri... Haji asdar menjadi nelayan tangkap udang selama 7 tahun, dan selama itu haji asdar punya 11 perahu penangkap udang dan belasan anak buah...

tapi kejayaan udang nggak berlangsung lama.." tangkapan udang berkurang sejak banyak kapal trawl dari Malaysia...." dan mulai tahun 2004, haji Asdar mulai membangun bagan tancap pertamanya...haji asdar memang nelayan yang ulet... dari hanya 1 bagan, kini ia punya 7 bagan dengan sistem komisi untuk nelayan yang mengelolanya.. haji asdar sudah jadi tauke ikan teri...
haji asdar nggak sendiri... istrinya samsidar juga punya andil besar... mereka berbagi tugas.. jika haji asdar di bagan, sang istrilah yang bertugas membawa teri kering ke pasar tawau Malaysia...
di Malaysia, teri kopek dari ambalat terkenal dengan bilis sutra. bilis berarti teri.. oleh pedagang pasar, tiap kilogramnya dihargai 8,5 RM atau sekitar Rp.25.000,-
dari 7 bagan miliknya, haji asdar menerima sekitar 3 juta rupiah tiap bagan... penghasilan yang cukup besar bukan??...

luar biasa memang...pak haji yang ada di depan saya ini relatif masih muda.. sosoknya santun dan bersahaja.. umurnya belum sampai 40 tahun, tapi sanggup mengubah nasibnya dari buruh udang tangkap jadi tauke ikan teri di pulau Sebatik...saya semakin semangat menyimak ceritanya...sambil tetap mengunyah sotong bakar tentunya...

semua sukses keluarga haji asdar bukan tanpa cobaan.. awalnya haji asdar mendirikan bagannya sangat dekat dengan perbatasan.. ini membuatnya sering dapat teror dari tentara laut Malaysia...apalagi waktu itu belum banyak patroli TNI AL.. haji asdar tak gentar.. karena ia hanya cari rejeki di ambalat.. dan bukan tanpa alasan nelayan sebatik membangun bagan di perairan ambalat.. semula alasannya sangat sederhana.."disini arusnya kecil, jadi banyak ikan terinya"...

tapi akhirnya haji asdar mengalah... ia pun memindahkan bagannya ke bagian selatan.. dan membangun bagan bagan berikutnya.. " saya senang, sekarang ada patroli.. jadi tenang"... sengketa ambalat, bisa jadi membawa berkah bagi haji asdar dan nelayan sebatik lainnya.. keamanan mereka terjamin sekarang, karena TNI AL rajin patroli di perairan itu.Untuk urusan sengketa Ambalat, haji Asdar tidak takut.. ia yakin perairan Ambalat itu milik NKRI...

Jangan pertanyakan nasionalisme haji Asdar, meskipun tiap hari ia menggunakan mata uang ringgit untuk transaksi, dan menjual terinya ke Tawau, Malaysia. Karena bagan bagan yang didirikannya kini tak sekedar untuk mencari nafkah..."bagan bagan kami, nelayan Sebatik ini akan jadi penanda bahwa Ambalat milik Indonesia" matanya menerawang jauh ke cakrawala di ufuk timur... menyudahi ceritanya...

kata kata haji asdar terus terngiang, saat saya mengunjungi mercusuar karang unarang keesokannya.. dan saat kami harus kembali melengkapi gambar di bagan, dua malam berikutnya... (yang ini gak pake nginep, mau ada badai katanya...)

dan nggak cuma haji asdar yang yakin ambalat milik kita, saya pun juga.. jadi seharusnya tak perlu ada sengketa..karena sudah pasti milik kita... milik NKRI..

malam itu, bintang bertaburan bagai bunga di langit Ambalat. cahaya bulan berpendar lembut, mengiringi perjalanan kami dari bagan menuju desa... indah sekali...menatap langit sambil tiduran di perahu terasa begitu damai... subhanalloh...

Salut untuk para nelayan Sebatik dan masyarakat yang tinggal perbatasan.. mereka setia menunggu janji pemerintah untuk serius membangun wilayah perbatasan..

Wednesday, July 22, 2009

Bintang Ambalat... apa kabarmu???

Mentari sudah pulang...
Malam pun menjelang...
Lagi-lagi gelisahku datang....
Apa kabarmu bintang ambalat???...

Sungguh aku rindu...
Kerlip lembut cahayamu membuatku terpaku..
Hingga tak satu katapun terucap saat ku harus tinggalkanmu...
Saat ini ku hanya bisa mendekap redup cahayamu..
Merasakan indahnya kita di hening malam...

Kutahu, hanya waktu yang bisa menjawab..
Rinduku... gelisahku..
Sampai aku jemu...

(Depok, Juli 2009)
note: thanks to mba evelyn yang bantu saya buat ini..

pagi ini....

pagi ini...
masih terasa indahnya kita...
nikmati mentari yang baru datang..
harum lautan membelai tawa..
menatap pelangi di selatan yang malu malu...
semua masih terasa...
pagi ini...
di ujung dermaga itu....

Sunday, July 19, 2009

bunuh saja....

aku harus membunuhnya sekarang...
sekarang juga !!....
sebelum semuanya menjadi hancur dan terluka....
aku harus membunuhnya sekarang...
sekarang jugaa !!!
nikmati indahnya pedih dan perihnya...
biarlah waktu yang kan menjawab dan menyembuhkannya...

(RS Mitra Depok, 19 Juli 2009)

Sunday, March 29, 2009

Sipadan Ligitan di pameran "DEEP INDONESIA"

Langkah saya terhenti sejenak saat melihat stand di sudut yang tampak mewah itu...Terpampang jelas nama Sipadan Ligitan dengan berbagai foto kecantikan alam bawah lautnya... RASANYA KAYAK DITAMPAR DIDEPAN RUMAH SENDIRI.. mungkin saya terlalu nasionalis ato hiperbolis, ato apapun itulah... tapi emang itu yang saya rasain... suweerr....sebel banget ngeliatnya... bayangin aja.. dua pulau itu harusnya bisa jadi milik kita, kalo aja pemerintah lebih cepat tanggap dari pemerintah Malaysia.. 

Sipadan Ligitan resmi menjadi milik Malaysia pada 17 Desember 2002, setelah proses sengketa hukum yang panjang sejak tahun 1969. Pemerintah Malaysia membangun 2 pulau sengketa itu menjadi tempat wisata laut, dan menggerakkan perekonomian disana. Setelah keputusan Mahkamah Internasional itu, Malaysia mengincar Ambalat yang kaya akan minyak dan gas. Malaysia juga ingin menggunakan hukum laut internasional dalam menarik garis batas laut wilayah, landas kontinen di Ambalat, dan zona ekonomi eksklusif dengan menggunakan titik dasar dan garis pangkal yang menghubungkan Sipadan dan Ligitan. Tapi semoga aja mereka nggak berhasil, karena Malaysia bukan negara kepulauan seperti Indonesia.

Tapi bukan berarti Indonesia (baca: PEMERINTAH) bisa tenang tenang aja... soalnya stand berikutnya ya saya lewati juga bikin BT...stand MARATUA Island..

Pulau Maratua adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan derawan, berau, kalimantan timur. Pulau unik dan cantik ini berada di laut sulawesi, di antara pulau kalimantan dan pulau sulawesi. selain Maratua, disebelahnya ada pulau Sangalaki yang jadi pulau perteluran penyu hijau, dan pulau Kakaban yang terkenal dengan danau air asin serta ubur ubur nggak beracunnya... Sungguh ini anugerah dari Alloh yang nggak terkira..

Awalnya saya seneng aja liat stand Maratua di pameran ini..saya baru liat liat brosurnya, waktu 2 org tamu lain (org Indonesia) yang antusias bertanya.. ya udah saya ngalah aja.. tapi saya tetep berdiri di dekat mereka sambil mengamati brosur brosurnya. Karena jaraknya dekat, saya juga dengar percakapan 2 tamu dan penjaga stand. Nggak tau penjaga standnya yang gak bisa jualan, ato si tamunya yang terlalu banyak pertanyaan, saya lihat 2 tamu itu kayak ragu ragu, bingung.. apa benar itu pulau emang keren underwaternya.. apalagi perjalanan ke sana bener bener nggak murah alias MAHAL...Karena kebetulan saya udah pernah ke Maratua, Kakaban, Sangalaki dan Derawan, saya jadi ikut meyakinkan mereka kalo emang worth it perjalanan ke sana, asal pas bulannya. Saya juga nambahin sambil becanda.. kalau bisa aja suatu saat pulau Maratua jadi milik Malaysia (karena Malaysia menginginkan ZEEnya 200 mil laut).. Eeehh, kedua tamu itu langsung spontan nunjuk ke kartu nama yang ada di meja...:"Lah ini juga udah operatornya dari Malaysia.." saya langsung bengong???...haahhh???...astagaaa... iyah benar... lengkaplah sudah ke BTan saya sore itu..

Bukan salah si operator wisata Malaysia itu siih...mereka juga numpang cari rejeki.. tapi pada kemana seeehhh dinas pariwisatanya????... WOOOII... padahal kabupaten lain yang punya wisata laut juga ikutan disana...Emang udah hal biasa sih kalo operator wisata asing yang lebih mengenal dan mempromosikan pulau pulau eksotis Indonesia..tapi SAMPE KAPAN??? Sampe semua pulau pulau terluar yang eksotis itu lepas dari Indonesia??..

Monday, March 16, 2009

SpaCantik.com



"misalnya SpaCantik dot com..." gak sengaja nama itu terlontar begitu saja dari mulut Adel, teman seperjuangan dan produser program saya... malam itu kami memang diskusi seru tentang usaha toko homespa saya...Adel banyak kasih semangat untuk mulai wirausaha, dan untuk berusaha mandiri finansial.. Dia dukung banget usaha toko homespa ini..

Berhari hari sebelumnya saya masih kelimpungan cari nama yang pas dan menarik buat toko lulur saya.. awalnya sih, dikasih nama "alamihomespa" tapi, saya masih belum sreg bener sama nama itu..makanya saya masih ragu buat beli domain ama toko onlinenya...

sampai akhirnya tercetuslah "SpaCantik.com"... nama yang simpel dan langsung mengena pada produk yang saya jual, yaitu lulur krim, body butter , dan teman temannya...

SpaCantik memang baru launch beberapa hari terakhir..tapi usaha saya buat menawarkan barang barang dagangan itu sudah berlangsung sekitar satu bulan...tiap hari saya bawa barang dagangan ke kantor... beberapa pot lulur, body butter, eye compress, dkk..
memang kayaknya repot banget sih... tapi seneng aja... ada sesuatu yang baru... dan ternyata menyenangkan.. buat saya baru, karena :
  1. untuk pertama kalinya saya punya toko sendiri, meskipun itu masih online, tapi benar benar website dengan nama domain sendiri..
  2. produk yang saya jual ini asli dari bahan bahan alami yang ada di Indonesia. Saya emang niat untuk hanya menjual produk asli bangsa kita..
  3. belajar dagang dan cara bisnis online...pasti butuh waktu banyak buat bisa eksis di media online..
  4. Seumur umur saya nggak pernah dagang atau usaha menjual barang..setau saya nggak ada darah pedagang yang mengalir di tubuh saya. Alm Papa adalah pegawai negeri.. Mama seorang ibu rumah tangga yang hobby foto. Dan saya nggak pernah PD buat jualan..gak tau tuh..suka malu aja..(mental kacangan sih.. hehehe..)
Sebenarnya sejak kuliah saya sudah bisa cari uang sendiri...sambil kuliah, saya kerja jadi staf informasi di Plaza Tunjungan Surabaya, nggak lama...trus jadi SPG Coca Cola event.. Lulus kuliah, saya juga langsung kerja di LG Indonesia, lalu loncat ke perusahaan wisata travel BMW, trus pindah ke percetakan yang saya lupa namanya (soalnya gak suka), trus pindah ke Suara Surabaya FM sebagai staff marketing. Terakhir saya pindah Jakarta untuk TransTV..
Semuanya jadi pegawai atau karyawan.. Awalnya saya sangat menikmati jadi karyawan...apalagi di TransTV...really home sweet home.. biar waktu itu gajinya pas-pasan.. tapi suasana kerja dan hal hal baru disana bikin saya betah..
Zona nyaman itu terpaksa saya tinggalkan waktu dimutasi ke Trans7.. disini semua mulai dari awal lagi.. adaptasi dengan kerjaan dan orang orang baru..hujan airmata...

Tapi justru dari pengalaman itulah, saya jadi mikir.. saya nggak boleh terus di zona nyaman terus... nyaman dengan gaji yang saya dapatkan.. apalagi sekarang kan udah lumayan..gak paspasan banget..hehehe...

tahun 2007 lalu saya pernah coba jadi member Oriflame.. ditodong ama adik ipar sih.. tapi saya oke aja..saya pikir, nggak ada salahnya..toh saya emang suka produk perawatan tubuh..awalnya lumayan sih..saya sempat dapat insentif sampai 300ribuan selama beberapa bulan. tapi gak tau kenapa, kok lama lama jadi agak males nekunin Oriflame lagi. apalagi di kantor udah banyak yang jadi member juga...trus, saya nggak banyak waktu buat prospek calon member kesana sini...Akhirnya ya sekarang masih jalan sih, tapi seadanya pesanan aja..Gak serius kayak dulu..

Trus, seperti posting sebelumnya, inspirasi usaha bisa datang darimana saja dan kapan saja dan bisa tak terduga...InsyaAlloh ini memang jalan yang baik buat saya..
Jualan lulur ini mungkin bisa dibilang terlambat..soalnya ternyata udah banyak yang jual, terutama di onlinenya...tapi saya yakin kok.. kalo emang rejeki itu bagian saya, ya pasti dapat...makanya saya niatkan hati untuk membuka toko online www.spacantik.com

Tiap malam, kalo gak ngantuk ato niat menahan kantuk, saya sempatkan untuk update SpaCantik.com... sambil terus cari produk produk homespa unik dari seluruh Indonesia...jadi kalau ada yang mau nyumbang ide untuk produk yang berkaitan ama homespa silahkan hubungi saya.. dan kalo ingin berbelanja, silahkan mampir di SpaCantik.com..

Semoga usaha ini bisa terus maju.. jadi suatu saat nanti saya nggak terus jadi karyawan, tapi bisa mempekerjakan karyawan..amieeenn... hehehe

www.SpaCantik.com

Alhamdulillah....akhirnya toko online resmi sudah dibuka.. semoga usaha ini bisa terus maju...
buat teman teman sekarang bisa order langsung ke toko online kami... klik www.spacantik.com...selamat berbelanja..

Wednesday, February 11, 2009

jualan....

sebenarnya nggak terbersit sedikitpun untuk berjualan sabun dan produk homespa lainnya.. tapi sepertinya Alloh memang sudah membukakan jalan buat saya..
dinas luar kota pertengahan januari lalu saya memilih ke bali..dengan lokasi liputan hanya di kuta, sanur, bangli dan ubud...
saya emang udah rindu berat sama pulau yang satu ini.. tapi gak jelas apa sebabnya..yang jelas sih saya pilih bali karena lagi males perjalanan berat dan menantang...seperti 3 trip tahun lalu...
sejak awal sudah ada petunjuk buat saya untuk memulai usaha ini...waktu berangkat ke bali, sudah ada titipan lulur sekarjagat dari mely.. saya cuma iyain aja..sambil bingung, kenapa kayak apa sih lulur sekar jagat itu... meskipun saya doyan perawatan ke spa, saya nggak pernah ngeh sama lulur sekarjagat dan sekitarnya...itu petunjuk pertama yang saya anggep angin lalu.
petunjuk kedua adalah kedatangan sahabat saya, vira ke bali.. vira ke bali memang untuk ambil hp yang saya jual ke dia.. tapi dia juga dpt titipan yg sama dari temannya.. bukan sekarjagat, tapi sabun natural... awalnya saya juga bingung, kenapa juga harus beli sabun di bali.. kayak apa bentuknya...waktu selesai liputan, saya ikut vira ke toko penjualnya..saya lihat produk-produk homespa disana..dan saya suka.. barulah pikiran saya terbuka..kenapa saya nggak jualan sabun dan lulur aja di jakarta.. akhirnya saya ikut ikutan vira..borong beberapa sabun untuk dicoba dan dijual di jakarta..
nggak tau kenapa, sejak hari itu saya bertekad untuk mulai usaha ini.. meskipun dengan modal pas pasan.. saya pakai uang saku untuk belanja produknya..dan jalan semakin terbuka saat seorang teman menunjukkan saya suplliernya..lumayan, harganya jadi lebih murah dibanding beli di toko...
Saya semakin semangat buat dapat kontak produsennya.. searching internet.. dan akhirnya dapat.. saya merasa Alloh sudah memberikan alternatif pendapatan buat saya.. meskipun sekarang masih kecil kecilan, saya ingin usaha ini berjalan terus.. saya ingin buka toko online dalam waktu dekat...saya tahu sudah banyak yang menjual dan jadi agen produk spa seperti ini.. tapi saya yakin, Alloh sudah mengatur rejeki untuk saya.. semoga bisa berjalan lancar...