Thursday, June 30, 2005

lagi

malam itu...
aku melukaimu..lagi..
sebuah luka yang sama...
seperti aku sengaja melakukan itu..
mengulangnya...menoreh lagi lebih dalam...
karena aku tau kau tak suka...

tapi...
sungguh..
tak bermaksud aku membuatmu terluka...
mengorek bekas luka yang dulu..

maafkan aku sayang...
sungguh aku tak ingin melukaimu...lagi...

panggung

"tuluskah hatimu..mencintai aku...."

malam ini... aris begitu ceria menyanyikan lagu lagu radja, band idolanya...
berjingkrak, melompat, teriak.. lepaskan sukacita...
mungkin tak pernah terlintas dalam benaknya menginjakkan hardrock cafe jakarta..walau hanya beberapa jam saja...

malam ini.. radja.. merayakan penghargaan double platinum atas penjualan album terbarunya... sekitar 6 lagu hits dibawakan radja..menghibur para undangan yang mayoritas adalah penggemarnya... termasuk aris yang sengaja kami hadirkan disana...

bermacam ekspresi tampak di wajah polosnya... mulai dari senyum, tawa, bengong sampai melongo.. melihat iyan sang vokalis yang jingkrak sana jingkrak sini...persis ayam mau betelur...

aris seorang pengamen.. pengamen bis kota di terminal kampung melayu... suara emasnya mampu mengalahkan deru mesin bis kota yang melaju di relung kota jakarta...
menemani penumpang yang terkantuk kantuk atau mereka yang hanya menatap nanar kemacetan jakarta...

aris dan radja... walau beda nasib.. toh mereka masih punya kesamaan... sama menghibur..menjajakan suara.. mengumpulkan rupiah demi rupiah...dari panggung ke panggung...

dan mereka punya panggung masing masing...

radja..sebuah panggung besar dengan sound system lengkap dan sorot lampu warna warni..

aris.. sebuah panggung.. di dekat kap mesin yang panas dan diantara ketiak dan bau keringat penumpang..