Sunday, January 24, 2010

maafkan aku..

binar matamu takkan bisa berdusta..
begitu juga rona merah di pipimu..
meski kau coba mengelak..
meski kau coba membisu..
senyummu sudah bicara..
tentang rindu dan cintamu padanya..
tentang keraguanmu akan cintanya..

sekejab terlintas perih..
maafkan aku..
maafkan aku..
ini telah menjadi pengkhianatan yang sempurna..
karna ku pernah mencintainya..

Sunday, January 10, 2010

Sawai.. a misty hidden place and beautiful cacatua




Damai tentram di Utara Seram...

Cacatua Moluccensis, Eleonora Galerita, Lorius Domisela dan Lorius Lori adalah penghuni Pusat Rehabilitasi Satwa Masihulan, Sawai, Seram Utara.. burung-burung cantik endemik kepulauan maluku dan papua ini sedang dilatih untuk liar..
Mereka sangat cantik dan anggun.. nggak heran kalau jadi korban perdagangan ilegal..
PRS Masihulan, jadi salah satu lokasi yang dikunjungi wisatawan di Sawai..sayangnya, tempat ini kurang terawat..fasilitas toilet rusak, tidak ada air dan belum diperbaiki.. alasannya blum ada funding lagi yang masuk, bahkan perawat satwa disana sudah lama gak terima honor..mereka praktis hanya mengandalkan honor dari wisatawan yang datang.. Para perawat satwa disana dulunya adalah pemburu burung kakatua dan nuri yang dilindungi..tapi sejak berdirinya PRS, mereka berhenti berburu dan bekerja di PRS sebagai perawat satwa..

Nah...buat yang hobby treking, sawai dan TN Manusela bisa dicoba..pantau burung liar di atas platform di ketinggian 35 m ato 50 m (tapi kemarin saya engga mau nyoba..hehehe..)

kalo mau snorkling juga bisa.. di dekat tebing ada beberapa spot yang lumayan cantik..sayangnya di sana juga banyak karang yang rusak bekas bom ikan.. terus ada gua bawah laut yang pintu masuknya menghadap lautan..yang ini saya juga ga masuk..hehehe..seyeeemm...

Sayangnya, sebagai tempat tujuan wisata andalan di Seram, sawai masih kurang terurus.. yang bagus hanya di area penginapan milik pak Ali saja..sementara di desanya sendiri masih kurang terawat..masih suka buang sampah ke laut, penataan desa yang kurang rapi.. sayang banget, padahal potensi wisatanya lumayan okeh..

Penginapan pak Ali sederhana tapi nyaman..bangunan dari kayu diatas laut..
Pak Ali membuat taman coral di area penginapannya.. karang-karang cantik ia ambil dari laut lepas dan di tanam kembali di taman coralnya..
waktu kami kesana, kebetulan sedang ada transplantasi karang oleh petugas balai taman nasional manusela.. semoga program itu terus berlanjut..sampai karang-karang di sawai pulih dan cantik lagi..

FYI Sawai sangat cocok buat tempat menyepi..menjauh dari kota..soalnya:
1. Nggak ada sinyal GSM disana...horeee...hehehe..putus komunikasi dari dunia luar..lumayan merepotkan buat koordinasi...yang berlaku disini cuma HP satelit.. tapi jangan kuatir, kalo gak bawa HP satelit, ada wartel satelit yang tarifnya dijamin mahal bener..dan kalo malem, pasti ngantri buat nelponnya..huehehehe...
2. di penginapan pak Ali gak ada TVnya..cihuuii... asik kaan??..benar-benar cocok buat yang mau hanimun.. nah, kalo buat kita??... jadinya gak update apa pun yang terjadi diluar sawai. termasuk ada badai laurence di philipine yang dampaknya sampai perairan maluku..(hhff, pantesan ujan mulu...ga taunya emang lagi ada badai..hehehe..). Beruntung talent2 kami di episode ini pada doyan tampil, genit dan konyol...jadi lumayanlah buat hiburan tiap malem..

Perjalanan ke Sawai emang butuh tenaga dan waktu..dari Ambon, ada beberapa rute yang bisa ditempuh:
1. kalo bawa mobil dari ambon, harus nyeberang lewat pelabuhan ferry di Liang, penyeberangannya sih cuma 2 jam, tapi antrian ferrynya itu looh.. turun ferry bisa langsung tancap gas ke sawai.. perjalanan sekitar 5 jam, baru sampai di desa sawai..
2. Kalo gak pake mobil, dari pelabuhan tulehu pulau ambon,bisa nyebrang ke pelabuhan masohi, seram naik ferry cepat sekitar 2 jam juga. Dari masohi, naik angkutan ke sawai (kijang) 75rb/org..perjalanan dari masohi sekitar 4 jam..Atau bisa naik angkutan ke desa saka, desa tetangga sawai, trus nanti dijemput sama longboatnya Pak Ali, langsung turun di dermaga penginapan.. kata mereka, ini jalan yang paling enak dibandingkan langsung ke desa sawai yang jalannya berliku dan di dekat desa jalanan rusak parah..

eniwei...dengan segala kekurangan dan kelebihan sawai, ada dua hal yang selalu bikin kangen sawai:
1. nongkrong di teras ato dermaga penginapan, saat pagi ato sore...
kalo pagi, kita bisa puas melototin si ikan badut, ikan kakatua, ikan bendera, lionfish, kima, dll sambil nyeruput teh anget ama makan roti..kasih makan ikan juga...
kalo sore, sambil nunggu maghrib bisa duduk di dermaga.. liat lautan...ato liat anak2 main air.. (asal gak lagi hujan)..
2. saat malam...duduk di teras..sambil liatin bintang...
hhfff...bener-bener deeh..sawai memang damai...

Desember 2009

Beautiful Naira




Banda Naira, Desember 2009

Kepulauan banda naira berada di tenggara pulau ambon, maluku...
luar biasa cantik..langit biru..laut biru.. pulau naira yang menjadi ibukota kecamatan banda naira punya fasilitas yang cukup lengkap.. puskesmas besar, kantor-kantor perwakilan instansi pemerintahan, sampai universitas juga ada...
pulau naira yang cantik juga menyimpan banyak sejarah..
pulau naira, jadi pulau pengasingan untuk bung hatta dan bung syahrir.
kebanyakan rumah tinggal di naira adalah rumah tua peninggalan belanda..
di naira juga, ada seorang kakek perajin miniatur kora-kora yang tulus ikhlas mendedikasikan hidupnya untuk kora-kora (perahu perang orang maluku)

Sayangnya, cuma sempat di pulau Naira dan pulau Syahrir..

di pulau Naira sudah banyak penginapan..ada hotel Maulana yang lumayan mahal (Rp,350.000/mlm) ato guesthouse yang lebih murah (sekitar Rp.80.000/mlm). Soal makanan, juga gak susah, soalnya banyak warung makan.. kalo mau murah menu nasi ikan pilihannya.. kalo menu ayam agak mahal.. juice buah juga mahal.. teh botol juga (7.500/botol)
kalo mau keliling Naira, sewa tukang ojek aja seharian.. tarifnya silahkan nego..tapi kalo pas ada kapal pelni masuk, artinya lagi banyak turis datang, dan mereka suka pasang harga tinggi..Rp.100.000 s/d Rp.150.000,- per hari. tapi kalo cuma keliling pulau Naira, satu hari aja udah cukup kok..
Nah, kalo mau keliling pulau-pulau lainnya, bisa sewa perahu motor..tarifnya juga tergantung jarak atau pulau mana saja yang mau dikunjungi..

Dari ambon, pulau naira bisa ditempuh dengan kapal pelni ciremai selama 7 jam.. hanya saja kapal ini cuma singgah di naira dua minggu satu kali..kapal pelni akan melanjutkan perjalanannya sampai ke fak-fak dan kaimana, papua. Lalu kembali lagi dengan rute singgah di Banda Naira..Jadi kita cuma punya waktu 3 hari saja di kep. banda naira, sampai kapal pelni singgah dan kembali ke ambon.
transportasi lain??... hmmm.. ada kok.. bandara sudah ada, tapi jadwal pesawat bersubsidi nggak pasti, jadi jangan berharap banyak sama sarana transportasi ini.. ada alternatif transportasi yaitu kapal motor yang bisa memuat sekitar 200 penumpang...kalo gak salah namanya "Gravila" kapal motor ini biasa singgah di Naira dua kali dalam seminggu untuk mengisi kekosongan transportasi selama kapal pelni belum masuk..
dengan Gravila, ambon-naira bisa ditempuh dalam waktu sekitar 14 jam...huehehehehe...kata salah satu dokter yang tugas disana, "highly not recomended kecuali kepepet" ..

Note:
foto-foto lengkapnya di www.ardinakartika.multiply.com

.....

Kuluapkan rinduku disini..
Ditengah hening kelamnya lautan banda..
Diantara kelip bunga langit saparua..
Hanya ada kita, dan jejak perjalanan lalu..

(laut banda, 9 Desember 2009)

Masih ada aku disitu..

masih ada aku disitu...di sudut ruang hatimu...
ceceran kenangan yang terserak bersama rinduku pun masih disitu
meskpun lemah, tapi sedikit hangatkan kalbumu...
tak perlu kau tolak aku.. percuma..
karna aku pun tak ingin pengakuan itu..
tak perlu ada kata yang bicara..
ku ingin hening saja..
karena serpihan rindu itu sudah cukup..
cukup membuatku mengerti....masih ada aku disitu..

(dini hari..sambil edit naskah..)
November 2009