Monday, December 26, 2005

napak tilas 2

menggapai mimpi...

Program ceria dengan cita cita mulia untuk para pengamen jalanan mewujudkan mimpi mereka.... punya album rekaman karya sendiri... Walaupun ceria.... demi rating, program ini tetap menggali kisah dramatis dari para pengamen yang menjadi narasumbernya....

Berbagai strategi dilakukan untuk membuat kisah mereka semakin dramatis.. Mulai dari pendekatan ringan seperti traktir makan sampai kesabaran mendengar curhat mereka, yang akan jadi sumber cerita.
Tentu saja tak semua bisa dipercaya..perlu pendalaman dan konfirmasi sana sini tentang kebenarannya.

Tak hanya itu, berbagai kejutan pun disiapkan untuk menambah kedramatisan kisah hidup mereka.. seperti keinginan seorang pengamen membelikan baju untuk ibu dan adiknya, yang kemudian diakomodir oleh tim menggapai mimpi.. Tentu saja proses pemberian baju itu diatur sedemikian rupa agar tampak lebih dramatis... Dan hujan airmata pun jatuh di rumah kecil sang pengamen....

Itu hanya salah satu kejutan yang diberikan menggapai mimpi. Banyak kejutan dahsyat lainnya yang diperkirakan pasti menguras airmata mereka.... Namun tidak semuanya berjalan mulus sesuai yang diinginkan...beberapa malah meleset dari perkiraan...

Seperti seorang pengamen yang begitu tegar tanpa airmata..sebut namanya Fredi.... kami mencoba mewujudkan keinginannya pulang ke kampung halamannya di tanah samosir, sumatera utara... lokasi yang jauh dari Bandung, tempat ia tinggal sekarang.. Perjalanan lebih dari 15 jam dari Bandung via darat dan udara.. hmm.. perjalanan yang melelahkan tentunya...

Kami berharap ia akan menangis gembira saat kami sampaikan ia dan ibunya akan terbang ke tanah leluhurnya.... Tapi..apa yang terjadi?.. Saya dengar seseorang dibelakang berusaha menahan jatuhnya ingus dan airmata.. (srut.. srut.. srut…) lirih sih..tapi tetap terdengar..

Kameramen senior kami.. ternyata gampang tersentuh hatinya.. tak hanya dia seorang, sopir mobil sewaan di medan yang mengantar kami ke samosir pun tak kuasa menahan airmatanya...saat Fredy berdoa di makam ayahnya diiringi lolongan tangis sang ibu....... Sementara fredy tetap tegar..tanpa airmata ...

Yah...mungkin bisa dibilang ini adalah hubungan yang saling menguntungkan... Di satu pihak televisi diuntungkan dengan hujan airmata mereka yang akan meraih simpati pemirsa... Dan di pihak lain, para pengamen diuntungkan dengan terwujudnya keinginan mereka... Walau bukan mimpi mereka punya album rekaman sendiri seperti dalam slogan menggapai mimpi....

Saya jadi ingat komentar salah seorang teman.. “mimpi itu kan gakk nyata..jadi bagaimana mau digapai?...ibarat menggapai sesuatu yang gak nyata dong?”

No comments: